< >

Kenaikan BI Rate Tekan Pertumbuhan Kredit

Selasa, 13 Mei 2008 21:47
Kapanlagi.com - Kenaikan BI rate sebesar 8,25% diperkirakan hanya mampu menekan pertumbuhan kredit di Jawa Tengah pada semester II/2008 sebesar 2% dari target 20%.

"Kucuran kredit kalangan perbankan di Jateng dipengaruhi tingkat suku bunga dan kondisi eksternal pasar," kata Deputi Pemimpin Bank Indonesia (BI) Semarang, Mahdi Mahmudy, di Semarang, Selasa (13/5).

Lonjakan harga minyak dunia yang berdampak pada ketidakpastian kondisi perekonomian membuat kalangan pengusaha menunda melakukan investasi dengan mengambil kredit perbankan, katanya.

Pelaku usaha, katanya, kini cenderung menunggu kondisi perekonomian stabil terlebih dahulu pasca kenaikan BI rate yang menimbulkan gejolak di kalangan masyarakat.

Gejolak akan mereda ketika masyarakat mampu menyesuaikan perubahan kredit terkait kebijakan pemerintah. Karena itu, para pelaku usaha masih berpikir ulang dan menunggu kondisi stabil.

Menurut dia, reaksi pelaku usaha tercermin dari tingginya kredit yang telah disetujui, namun belum ditarik kalangan nasabah.

"Undisbursed loan" pada semester I/2008 mencapai Rp9,8 triliun atau sekitar 15% dari kredit yang disetujui. Angka itu meningkat ketimbang periode sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp6,9 triliun.

Kalangan perbankan di Jateng selama semester I/2008 telah mengucurkan kredit sebesar Rp63,99 triliun, tumbuh 20,34% dari periode sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp53,17 triliun, katanya.

Melihat kondisi itu, katanya, kucuran kredit kalangan perbankan di Jateng pada semester II/2008 diperkirakan masih tumbuh positif, meski tidak setinggi semester I/2008 yang mencapai sebesar 20,34%.

"Kita berharap, gejolak ini tidak akan berjalan lama sehingga diperkirakan pertumbuhan kredit semester II/2008 mencapai sebesar 18%," katanya. (kpl/rif)