
"Saya kaget juga pas Farhat bilang ingin ikut pilkada kota Bandung. Soalnya, tidak gampang bergelut di dunia yang berhubungan dengan pemerintahan. Karena menjadi sorotan masyarakat, semuanya harus dilakukan mengikuti aturan-aturan yang berlaku," ujar Nia, yang ditemui di kediamannya, Jalan Kemang Utara VII, No 11, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Selama mendampingi Farhat yang sedang diwawancarai pun, Nia menunjukkan ketidaksukaan terhadap cita-cita politik suaminya itu. Ketimbang berbicara, Nia memilih untuk lebih memperbanyak diam dengan wajah yang dihiasi senyuman. Apakah karena soal besarnya uang untuk mengikuti pilkada?
"Bukan soal itu (uang). Modal pencalonan memang sangat besar. Tapi, sepertinya suami saya sudah memperhitungkan semua dari awal. Saya hanya khawatir karena menjalankan itu (pencalonan) tidak segampang yang dibayangkan," ungkapnya.
Kendati demikian, secara lisan Nia tetap menyatakan dukungannya bagi sang suami. Walau bagaimanapun, katanya, sebagai seorang istri ia tetap harus memberi dukungan sepenuhnya kepada suami. "Kalo menurut dia baik, ya silakan. Yang penting apa pun rintangannya jangan pernah menyerah," ucapnya. (kpl/mai/bun)
Lihat Profil: Nia Daniati, Farhat Abbas