< >

Reformasi Harus Berlanjut, Kendati Dianggap Gagal

Kamis, 15 Mei 2008 12:52
Kapanlagi.com - Kendati dianggap gagal mencapai tujuan reformasi total, yang semula disuarakan mahasiswa dan kemudian didukung secara luas oleh masyarakat, agenda tuntutan reformasi itu harus tetap dilanjutkan.

Benang merah itu terungkap dalam seminar menyoal kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), di Bandarlampung, Rabu, yang juga mengevaluasi 10 tahun reformasi di Indonesia.

Menurut anggota DPR dari Fraksi PKS, Suripto, kendati telah 10 tahun bergulir reformasi, ternyata belum mampu mengubah kondisi bangsa dan masyarakat Indonesia yang masih terpuruk sampai sekarang.

"Saya menilai reformasi itu telah gagal," katanya, sambil menyebutkan gerakan reformasi yang berhasil menumbangkan mantan presiden Soeharto pada Mei 1998 lalu sebagai reformasi jilid pertama.

Karena itu, mahasiswa, kalangan kampus dan kelompok prodemokrasi harus tetap mendorong untuk bergulirnya gerakan reformasi jilid kedua, dengan lebih dulu belajar atas kesalahan dari pelaksanaan reformasi sebelumnya.

"Kepahitan dan kegagalan gerakan reformasi jilid pertama untuk mencapai tuntutan dan tujuan yang dicita-citakan harus menjadi pelajaran bagi bangsa kita," kata Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu pula.

Suripto menggambarkan sejumlah tuntutan yang disuarakan dalam reformasi jilid pertama, di antaranya pemberantasan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), mereformasi birokrasi untuk mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean governance) serta menciptakan masyarakat antikorupsi dan demokratis, ternyata belum berhasil dicapai.

"Umumnya birokrasi dari pusat hingga ke daerah masih dihinggapi virus-virus yang menjangkiti kalangan eksekutif dan legislatif yang cenderung menjadi korup, termasuk telah pula mengkontamisasi lembaga judikatif," kata dia lagi.

Akibatnya, pemberantasan korupsi dan penegakan hukum belum berjalan sebagaimana mestinya.

Dia pun mengajak masyarakat terutama mahasiswa dan kalangan kampus, untuk terus menggulirkan agenda reformasi.

"Reformasi harus dituntaskan, jangan lagi terbuai dengan janji-janji akan menjalankan semua agenda reformasi, tapi harus didorong oleh gerakan moral dari mahasiswa dan kalangan kampus untuk membuka pintu gerbang reformasi jilid kedua dengan lebih tegas dan kuat," kata dia. (*/cax)


BERITA TERKAIT