
Pentolan grup ini Chris Martin mengaku kalau rekan-rekan satu bandnya menemui jalan buntu saat mereka mulai bekerja untuk Viva La Vida or Death di tahun 2006.
Namun empat musisi ini mengatur untuk membuat daftar guna membantu super produser Brian Eno, yang menurut Martin memiliki peran penting dalam membuat irama di lagu mereka. Dan setelah itu mereka kembali ke jalur.
"Tempat yang kita dapat dua tahun lalu terasa kotor. Kami jadi tak saling sapa. Kami semua punya kantor masing-masing di pojokan tempat sebuah apartemen. Tapi sama sekali tak ada getaran. Kami harus punya tempat masing-masing dan lalu menghubungi Brian. Kami memutuskan untuk memainkannya di ruangan kecil, melupakan penghargaan dan kritik," ungkap Martin. (ctm/erl)
Lihat Profil: Coldplay, Chris Martin