Pernyataan keras itu dilontarkan Ketua Pengprov PSSI Jatim Haruna Somitro kepada wartawan usai menyaksikan pertandingan pembuka Liga Jatim antara tuan rumah Arema melawan Persela Lamongan di Stadion Kanjuruhan Kepanjen Malang, Kamis petang.
Pada laga tersebut, Arema yang menurunkan tim U-21 dipermalukan Persela dengan skor telak 1-3. Keputusan manajemen Arema yang tidak menurunkan pemain senior, membuat panpel Liga Jatim dan PSSI Jatim kecewa berat.
"Kami akan layangkan surat peringatan kepada Arema. Kalau pada laga berikutnya masih tetap turun dengan tim yang sama, kami akan cabut haknya sebagai tuan rumah dan laga berikutnya akan dipindah ke tempat lain," kata Haruna Soemitro.
Menurut Haruna, Arema tidak sekadar melecehkan panpel dan PSSI Jatim, tapi juga mengingkari komitmen yang sudah disepakati sejak awal bahwa semua tim yang tampil di Liga Jatim, harus bersedia menurunkan pemain seniornya.
PSSI Jatim sebelum turnamen digelar, juga telah mendepak Persebaya Surabaya dari kepesertaan, karena hanya mendaftarkan pemain seleksi dan bukan tim seniornya.
Haruna mengakui kalau Arema sebenarnya juga telah mendaftarkan pemain seniornya di turnamen berhadiah total Rp250 juta ini.
"Tapi kenapa yang diturunkan hanya pemain mudanya. Memang strategi di lapangan menjadi kewenangan pelatih Arema, tapi seharusnya mereka juga menghargai komitmen yang sudah disepakati," tambah Haruna.
Penunjukan Arema sebagai tuan rumah pertandingan babak penyisihan Grup I Liga Jatim 2008, juga didasari komitmen manajemen tim tersebut yang berjanji akan menurunkan pemain seniornya.
"Jadi kita lihat saja pada laga kedua Minggu (18/5) nanti, apakah Arema akan tetap tampil dengan tim U-21 atau senior. Sikap tegas kami juga sebagai peringatan bagi tim peserta lainnya," tegas Haruna Soemitro.
Asisten Manajer Arema, Mohammad Taufan yang dikonfirmasi usai pertandingan mengakui kalau sejak awal timnya berkomitmen menurunkan sebagian besar pemain muda pada turnamen Liga Jatim 2008.
Taufan beralasan timnya belum siap dan masih menjalani program latihan untuk menghadapi kompetisi Liga Super 2008.
"Terus terang Arema belum siap untuk terjun di turnamen ini. Tapi kami akan berdiskusi dengan pelatih dan manajemen soal kemungkinan menurunkan pemain senior," katanya.
Taufan menambahkan, ditampilkannya pemain muda Arema karena ingin memberikan kesempatan untuk menimba pengalaman tanding menghadapi kompetisi Liga Super mendatang.
Pelatih Kepala Arema Malang, Bambang Nurdiansyah menambahkan turnamen Liga Jatim tidak masuk dalam program pemantapan timnya menghadapi Liga Super, sehingga tidak berani menurunkan pemain senior.
"Kami baru mulai program kerja sama tim dan teknik, belum masuk fase uji coba. Turnamen Tugu Muda di Semarang pada Juni mendatang yang sudah kami agendakan untuk pemantapan tim," katanya. (kpl/rsd)