< >

Australia Segera Tanam Jarak di Bangka

Jum'at, 16 Mei 2008 10:08
Kapanlagi.com - Investor dari Australia melalui PT. Bio Energi segera merealisasikan tanaman jarak (Jatropha) di Bangka, seiring ditandatangani nota kesepahaman antara investor dengan pemerintah setempat.

Ketua Yayasan Babel Hijau, Syahidil di Pangkalpinang, Jumat (16/5), mengatakan nota kesepahaman sudah dilakukan antara investor Mr. Peter Goran dengan Gubernur Bangka Belitung (Babel) Eko Maulana Ali, beberapa waktu lalu.

Investor akan menanam tanaman jarak pada lahan eks tambang timah yang sudah direklamasi di Desa Kedimpel Pangkalan Baru Bangka Tengah dengan dana belasan miliar rupiah untuk bahan bakar minyak ramah lingkungan.

Kerja sama penanaman jarak itu akan melibatkan Yayasan Babel Hijau sebagai mitra.

Penanaman juga dilakukan di beberapa lokasi lain dengan total luas areal mencapai 10.000 Ha lebih.

Tanaman jarak itu nantinya akan disuling menjadi minyak solar sementara bila dijadikan minyak tanah hanya memerlukan proses pengepresan.

"Minyak jarak sangat cocok untuk menggantikan solar dan minyak tanah. Penggunaan minyak jarak pada mesin mobil, menyebabkan mesin tidak panas dan umurnya jadi panjang," ujarnya.

Limbah tanaman jarak residu pemrosesan bisa digunakan menjadi bahan bakar briket dan limbah untuk pembuatan briket juga bisa diolah jadi pupuk kompos hingga bermanfaat sekali.

Kegiatan penanaman akan dilakukan setelah alih fungsi lahan eks reklamasi dengan PT. Timah sudah dilakukan.

Nantinya proses pengolahan dilakukan di Bangka dan hasil minyak jarak digunakan untuk keperluan masyarakat setempat dan ekspor.

Di Bangka sudah dilakukan uji coba penanaman jarak pada lahan seluas 20 hektare di desa Kace Mendo Barat, kabupaten Bangka serta Selindung kota Pangkalpinang pada lahan 10 hektare yang kini tumbuh subur. (*/lin)