< >

PSM Terlalu Kuat Bagi Persisam

Sabtu, 17 Mei 2008 06:14
Kapanlagi.com - Tim divisi utama Persisam Samarinda harus mengakui keunggulan tim Liga Super PSM Makassar dengan skor 1-3 (0-1) pada turnamen Liga Jatim Esia 2008 Grup II di Stadion Gelora 10 November Tambaksari Surabaya, Jumat petang.

Pada laga yang berlangsung dalam tempo lambat itu, PSM memimpin lebih dulu melalui Ahmad Amirudin pada menit ke-36 setelah lolos dari jebakan "offside".

Persisam menyamakan skor 1-1 dari eksekusi penalti gelandang serang asal Brasil, Joao Carlos saat babak kedua baru berjalan empat menit, setelah mantan pemain Arema Malang itu dijatuhkan di kotak terlarang.

PSM yang memasukkan striker haus gol, Julio Lopez pada babak kedua, tampil menekan dan beberapa kali mengancam gawang Persisam yang dikawal Samosir Tamani.

Julio Lopes membawa PSM unggul 2-1 di menit ke-69, meneruskan umpan sundulan Aldo Baretto. Saat babak kedua memasuki "injury time", Baretto melengkapi kemenangan PSM melalui aksi "solo run".

Saat tertinggal 1-2, Persisam yang menurunkan duet mantan striker timnas Ilham Jayakusuma dan Kurniawan Dwi Yulianto, berusaha mengejar, tapi serangan yang dibangun sering kandas dan mudah dibaca lawan.

Meski menang, asisten pelatih PSM Ali Baba mengaku tidak terlalu puas dengan permainan anak asuhnya, karena seringnya melakukan kesalahan mendasar.

"Kerja sama tim belum padu dan sempurna, bahkan pemain masih sering salah melakukan `passing`. Tapi kami maklum, karena tim kami sebenarnya memang belum siap," katanya.

Ali Baba menambahkan turnamen Liga Jatim merupakan uji coba resmi bagi PSM sebagai persiapan dan pemantapan untuk menghadapi kompetisi Liga Super.

Sementara itu, manajer Persisam Aidil Fitri mengakui kekalahan timnya atas PSM, tapi protes dengan kepemimpinan wasit Setiyono asal Sidoarjo yang dinilai tidak tegas dan merugikan timnya.

"Harus diakui Persisam kalah kelas dari PSM. Tapi yang membuat kami kecewa adalah kepemimpinan wasit," katanya.

Aidil menyebut gol pertama PSM yang dicetak PSM tidak sah karena Ahmad Amirudin dalam posisi offside. "Hakim garis ragu-ragu mengambil keputusan dan pemain kami ikut terkecoh," ujarnya.

Gol kedua PSM yang dilesakkan Julio Lopez, dinilai Aidil Fitri juga tidak sah, karena bola "crossing" dari sisi kiri pertahanan Persisam sebenarnya sudah keluar garis lapangan.

"Bola sebenarnya sudah keluar lapangan, tapi hakim garis tidak mengangkat bendera. Ini jelas-jelas kesalahan fatal dan tidak perlu terjadi. Apalagi wasit yang memimpin pertandingan berkelas nasional," tegas Aidil.

Kubu Persisam mengancam akan mundur dari turnamen Liga Jatim, apabila pada laga kedua pada Senin (19/5) mendatang, kepemimpinan wasit tetap buruk.

"Kalau wasit masih seperti ini, setengah main kami akan langsung mundur dan pulang. Kami tampil di Liga Jatim karena menghormati undangan panitia dan sekaligus untuk uji coba. Tapi kalau terus dirugikan, kami pilih mundur saja," tambah Aidil.

"Kami juga takut pemain akan cedera karena wasit yang memimpin pertandingan tidak tegas. Pemain kami harganya mahal semua," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, masih berlangsung laga kedua Grup II yang mempertemukan tim PON Jatim melawan tim divisi utama Gresik United. (kpl/rsd)