Pelatih Trianingsih, Alwi Mugiyanto ketika dihubungi dari Semarang, Sabtu, mengatakan, sebenarnya pesaing Trianingsih ada lima atlet tetapi yang terberat adalah Rini Budiarti berasal dari klub Migas Cepu, Jateng, tetapi menjelang PON XVII pindah ke Kaltim.
Lima atlet termasuk Rini Budiarti yang menjadi pesaing Trianingsih tersebut, kata dia, sudah turun pada babak kualifikasi Olimpiade di Australia dan Thailand beberapa waktu lalu tetapi hasilnya kurang memuaskan.
Mereka masih gagal menembus limit waktu untuk bisa tampil pada pesta olahraga multieven tingkat dunia mendatang. Indonesia untuk cabang atletik mendapat jatah dua atletnya untuk turun di Beijing mendatang.
Satu tempat sudah diisi pelari Jateng asal Solo, Suryo Agung Wibowo yang berhasil menembus limite waktu Olimpiade saat tampil pada SEA Games 2007 Thailand, sedang satu tempat lagi bakal diisi dengan wild card.
Hanya, kata dia, siapa yang akan mendapatkan wild card tersebut tergantung kepada Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), apakah Trianingsih atau Rini Budiarti.
Trianingsih, kata dia, bakal diterjunkan pada lomba lari Taiwan Open tanggal 26 Mei 2008 untuk nomor spesialisnya, 5.000 dan 10 ribu meter.
"Even di Taiwan tersebut akan dilihat catatan waktu yang diraih adik pelari nasional Ruwiyati dan untuk memutuskan wild card tersebut untuk Trianingsih atau yang lainnya," katanya.
Prestasi terakhir yang dicapai Trianingsih tersebut adalah meraih dua medali emas pada SEA Games 2007 dari nomor lari 5.000 meter dan 10 ribu meter.
Sebenarnya, kata dia, jika Trianingsih tidak tampil pada Olimpiade maka pelari klub Lokomotif Salatiga tersebut bakal turun pada tiga nomor di PON XVII Kalimantan Timur, yaitu 5.000 dan 10 ribu meter serta maraton (42,195 kilometer).
Tetapi, kata dia, ada aturan dari Federasi Atletik Internasional (IAAF) yang menyebutkan seorang pelari tidak diizinkan turun pada even yang jaraknya berdekatan, PON XVII digelar bulan Juli sedangkan Olimpiade digelar bulan Agustus 2008.
Dengan absennya Trianingsih di nomor maraton pada PON XVII mendatang maka posisinya digantikan Ruwiyati dan Erni Ulatningsih juga dari klub Lokomotif dan Dragon Salatiga. (*/cax)