< >

Memotret Objek Secara Maksimal Dengan Pendeteksi Getaran

Sabtu, 17 Mei 2008 15:20
Kapanlagi.com - Para pemotret baik amatir maupun profesional kini dapat memotret secara maksimal objek yang merupakan sasaran mereka tanpa mengalami gangguan, karena kini di pasar telah tersedia kamera yang dilengkapi pendeteksi getaran tangan sehingga gambar yang mereka hasilkan tidak akan menjadi kabur atau buram.

"Pendeteksi getaran tangan gyrosensors dan lensa OIS berfungsi mencegah gambar menjadi kabur akibat getaran tangan. Sistem optikalnya tidak terpengaruh atau CCD proses imaje sehingga anda mendapat gambar yang jernih dan tajam tanpa cacat," kata Network Manajer PT Panasonic Gobel Indonesia Indonesia, Dicky Derajat Muis kepada pers kepada pers di Jakarta, akhir pekan lalu saat peluncuran kamera Lumix dan E Camcoder.

Dicky Derajat mengatakan peluncuran kamera Lumix ini dilakukan Panasonic Gobel karena masih sangat besarnya potensi pasaran kamera di Indonesia yang penduduknya tidak kurang dari 230 juta jiwa. Kemudian ia membandingkan pula dengan besarnya pasaran di tingkat dunia yang tiap tahunnya bisa mencapai 15 juta unit kamera.

Selain adanya pendeteksi gambar dan lensa OIS yang berfungsi mencegah gambar menjadi kabur, maka juga ada fitur pada sistem Mega OIS model Lumix baru ini sehingga bisa mendeteksi maupun mengoreksi gambar.

"Berkat intelligent ISO control, maka kamera dapat mengetahui apakah gambar bergerak atau tidak. Jika bergerak , maka ISO Control merasakannya, lalu menyesuaikan kecepatan shutter.Anda mendapat gambar yang jelas dan indah tanpa kabur, bahkan saat memotret anak-anak yang tidak bisa diam," katanya.

Jika subyek tidak bergerak, maka ISO sensivity menurun sehingga menghasilkan gambar yang indah dan alami..

"Saat mendeteksi subyek bergerak, ISO sensivity meningkat untuk mencegah gambar menjadi kabur," kata Dicky tentang kamera Lumix ini.

Ia menjelaskan pula bahwa face detection akan mendeteksi wajak yang ada dalam frame dan secara otomatis memilih fokus secara optimal. Gambar indah dan jelas akan lebih mudah didapat. Ia bisa mendeteksi 15 wajah dalam satu foto sekaligus dan secara otomatis menyesuaikan pengaturan jika posisi berubah," kata pejabat PT Panasonic Gobel Indonesia ini.

Pada mode iA, fungsi quick AF secara otomatis menjadi fokus tanpa perlu menekan tombol shutter setengah, sehingga proses pemotretan berjalan mudah dan lancar, katanya setengah berpromosi tentang kamera Lumix ini.

Sementara itu, ketika menjelaskan tentang E Camcoder, Dicky mengemukakan alat ini dapat menghasilkan gambar full-HD progresif yang jernih dan luar biasa jelasnya sehingga memberikan kenangan indah untuk dinikmati para penggunanya..

Dicky menjelaskan pula gambar HD atau high definition menghasilkan informasi lima kali lebih banyak jika dibandingkan dengan yang biasa. HDTV memiliki scan line sebanyak 1080 sedangkan SDTV hanya punya 576.

"Scan lime tersebut menciptakan resolusi gambar yang tinggi dan jelas dengan lebih baik," katanya Dicky.

Camcoder Panasonic full-HD merekam dengan piksel HD hingga resolusi 1920 piksel yang secara keseluruhan berkisar 2,070,000 piksel (*/lin)