Kontrak politik tersebut berisi 'hasta prasetya' atau delepan janji yang akan dikerjakan, apabila pasangan tersebut terpilih sebagai Gubernur dan Wagub Jatim 2008-2013.
Hasta prasetya diantara berisikan menegakkan NKRI dan Pancasila, pembebasan biaya obat bagi warga yang tidak mampu, pembebasan biaya pendidikan bagi rakyat yang tidak mampu sesuai kemampuan Pemda.
Kemudian memperkuat ekonomi rakyat melalui penataan sistem produksi, memperkuat akses pasar dan modal. Selain itu, adalah menyediakan perumahan sehat dan layak huni bagi masyarakat miskin.
Kontrak politik dibacakan dan ditandatangani pasangan SR, dengan disaksikan Ketua PDIP Jatim, Sirmadji dan Sekretaris, Kusnadi. Kontrak tersebut kemudian diserahkan kepada Ketua Umum PDIP, Megawati.
Deklarasi pasangan SR digelar secara serentak dengan jalan sehat dan 'fun bike' di 167 titik se-Jatim, sehingga mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).
Deklarasi SR di GOR Tambaksari diawali dengan pelepasan jalan sehat dan 'fun bike' oleh Sekjen DPP PDIP, Pramono Anung.
Megawati dengan didampingi anaknya, Puan Maharani dan petinggi PDIP, Tjahjo Kumolo dan Mangara Siahaan tiba di lokasi dengan disambut tari remo oleh 120 siswa TK dan SD se-Surabaya.
Deklarasi SR dimanfaatkan untuk menolak kenaikkan BBM dan BLT. Bahkan ada spanduk yang berbunyi "BLT = Money Politic Terselubung Pilpres SBY-Kalla".
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri saat berorasi sempat menanyakan kepada massa, "BBM naik yes or no?," kemudian dijawab secara serentak oleh massa dengan "no".
Deklarasi SR juga diramaikan dengan kehadiran Ketua DPRD Jatim, Fathorrasjid bersama dua orang anggota FKB, Arif Djunaidi dan Hidayat. Politisi PKB tersebut, duduk di tenda utama bersama Megawati.
Usai menghadiri deklarasi, Megawati kemudian melanjutkan perjalanan ke Mojokerto guna bertemu dengan petani. (kpl/dar)