< >

Pemimpin Al Qaida Akan Dieksekusi Karena Bunuh Uskup

Senin, 19 Mei 2008 10:57
Kapanlagi.com - Seorang pemimpin al Qaida di Irak telah dijatuhi hukuman mati karena pembunuhan Uskup Katholik Khaldea Paulos Faraj Rahho, yang pembunuhannya Maret telah memancing kecaman dari seluruh dunia, pemerintah mengatakan Minggu.

Pengadilan Kejahatan Pusat Irak telah menjatuhkan hukuman mati terhadap Ahmed Ali Ahmed, yang dikenal sebagai Abu Omar, juru bicara pemerintah Irak Ali al-Dabbagh menyatakan.

Rahho, uskup kota Mosul di Irak utara, 390 Km di utara Baghdad, diculik pada 29 Februari setelah sejumlah pria bersenjata menyerang mobilnya serta membunuh sopir dan dua pengawalnya. Mayatnya ditemukan di sebuah makam yang dangkal dua pekan kemudian.

Pada waktu itu, PM Nuri al-Maliki menyalahkan al Qaida dan berjanji untuk membawa pembunuh uskup itu ke pengadilan.

Pemerintah pimpinan-Muslim Syiahnya telah dituduh oleh anggota minoritas Kristen yang berkurang di Irak tidak cukup berbuat untuk melindungi mereka dari penganiayaan berat.

Khaldea adalah cabang gereja Katholik Roma yang mempraktikkan ritual timur kuno dan membentuk masyarakat Kristen terbesar di Irak.

Dabbagh mengatakan Ahmed adalah seorang pemimpin Islam Sunni al Qaida dan telah dicari karena keterlibatannya dalam sejumlah "kejahatan teror terhadap rakyat Irak".

Ia melukiskan Rahho sebagai seorang penyokong perdamaian dan toleransi di antara rakyat Irak.

Ketika mayat Rahho ditemukan 13 Maret, polisi mengatakan tidak jelas apakah pastor Kristen berusia 65 tahun itu, yang diketahui dalam kesehatan buruk, tewas atau meninggal karena sebab lainnya.

Sejumlah pendeta Kristen telah diculik dan dibunuh, dan gereja dibom di Irak sejak serangan pimpinan-AS 2003. Seorang bekas uskup Mosul, Basile Georges Casmoussa, diculik pada 2005 tapi kemudian dibebaskan setelah satu hari dalam tahanan. (*/cax)