Gerilyawan Taliban melancarkan lebih dari 140 serangan bom bunuh diri pada 2007 dan telah berjanji meningkatkan serangan-serangan semacam itu tahun ini. Sekitar 95% dari mereka yang tewas dalam serangan Taliban adalah warga sipil, kata seorang pelapor khusus PBB pekan ini.
Serangan terakhir itu dilakukan di kota Musa Qala di provinsi Helmand dan sasarannya kepala kepolisian wilayah itu. Empat warga sipil tewas dalam ledakan tersebut dan delapan lain, yang mencakup tiga orang sipil dan lima polisi, cedera, kata kepala kepolisian provinsi itu.
Pemboman bunuh diri itu terjadi sehari setelah gerilyawan Taliban melepaskan tembakan ke arah sebuah helikopter NATO yang membawa gubernur provinsi itu dekat Musa Qala yang membuat pesawat itu melakukan pendaratan darurat.
Musa Qala memiliki makna simbolis setelah gerilyawan Taliban mengusir pasukan Inggris keluar dari daerah berdebu tempat perdagangan ganja itu pada akhir 2006. Taliban kemudian menguasai daerah pada Februari tahun lalu dan kota itu menjadi satu-satunya yang dikuasai kelompok gerilya tersebut.
Pasukan Afghanistan, Inggris dan AS kemudian menguasai kembali Musa Qala dalam ofensif besar-besaran pada Desember, namun gerilyawan Taliban masih berada di banyak desa sekitar kota itu, yang terletak di sebuah kawasan sungai yang melewati gurun yang tandus.
Di tempat lain, sebuah bom pinggir jalan menewaskan seorang prajurit koalisi pimpinan AS dan seorang warga sipil Afghanistan di provinsi Zabul, Afghanistan selatan, Minggu, kata militer AS.
Ribuan orang tewas di Afghanistan dalam dua tahun terakhir ketika Taliban meningkatkan serangan dalam upaya menggulingkan pemerintah Afghanistan dukungan Barat dan untuk memaksa penarikan lebih dari 50.000 prajurit asing dari negara itu.
Taliban, yang memerintah Afghanistan sejak 1996, mengobarkan pemberontakan sejak digulingkan dari kekuasaan di negara itu oleh invasi pimpinan AS pada 2001 karena menolak menyerahkan pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden, yang bertanggung jawab atas serangan-serangan di wilayah Amerika yang menewaskan sekitar 3.000 orang pada 11 September 2001.
Peningkatan jumlah korban akibat kekerasan yang dilakukan Taliban di Afghanistan telah membuat sejumlah negara berencana melakukan pengurangan atau penarikan pasukan yang tergabung dalam ISAF pimpinan NATO. (*/cax)