
"Padahal mereka kan orang-orang terkenal dan pejabat negeri ini. Masa pas ada menyanyikan lagu Indonesia Raya, malah diam saja. Aku sebel dan sedih. Masih banyak juga ya yang tidak hafal dengan lagu Indonesia Raya," kata Dian.
Menurut dara kelahiran 16 Maret 1982 ini, dirinya bisa memaklumi bila yang tidak hafal lagu kebangsaan Indonesia Raya adalah masyarakat yang memang tidak memiliki kesempatan untuk belajar, karena tekanan ekonomi misalnya.
Tetapi bagi Dian, hal itu menjadi masalah jika yang tidak hafal lagu Indonesia Raya ternyata juga orang-orang yang selama ini sudah diuntungkan oleh negara dan memiliki kemapanan ekonomi.
"Gue tadi duduk di deretan bangku VIP. Dan gue sangat sedih, ketika ada aba-aba menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sekeliling gue tidak ada yang ikut bernyanyi. Mereka tidak hafal, bahkan seperti tidak peduli," katanya.
Kenyataan ini tentu menyedihkan. Apalagi, dalam deretan tamu VIP tentu diisi oleh orang-orang terdidik, atau minimal orang-orang yang secara ekonomi sudah mapan.
"Mereka yang duduk di deretan tamu VIP pastilah orang-orang yang terdidik, dan seharusnya memiliki nasionalisme yang tinggi. Tetapi mengapa mereka tidak mau menyanyikan lagu kebangsaannya sendiri ya?" tanya Dian. (kpl/mia)
Lihat Profil: Dian Sastrowardoyo