Manajer Teknik PSIS, Setyo Agung Nugroho ketika dihubungi di Semarang, Senin, mengatakan, proses negosiasi tetap dilakukan meskipun pemain tersebut sudah tidak berada di Semarang tetapi timnya membuka lowongan pemain baru untuk posisi Patto (panggilan akrab Patricio Jimenez).
"Kita tetap melakukan negosiasi jarak jauh melalui manajer pemain tersebut. Hanya, sekarang ini tidak intensif mengingat manajernya sedang sakit," kata Setyo Agung Nugroho yang sukses mengantarkan PSIS Junior juara Liga Remaja Piala Suratin tahun 2004 tersebut.
Di samping itu, kata dia, batas waktu untuk negosiasi juga sudah habis, artinya manajemen memberikan batasan waktu bagi pemain tersebut sampai hari Rabu (7/5) dan sekarang ini sudah lewat terlalu jauh.
"Kalau akhirnya pemain itu setuju dengan pagu dana yang kita tawarkan, silahkan kembali ke Semarang tetapi kalau tetap seperti ini ya` kita harus berpikir lagi untuk mencari pemain asing baru yang berkualitas tetapi tidak minta kontrak terlalu tinggi," katanya.
Sampai kini PSIS Semarang yang tengah dipersiapkan tampil pada Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia (LI) yang dijadwalkan mulai diputar tanggal 26 Juli 2008 baru mengikat dua pemain asing, yaitu Gastan Castano (mantan striker PSS Sleman asal Argentina) dan Daniel Alex Cabriera (mantan gelandang Persikota Tangerang asal Uruguay).
Sebelumnya, pelatih PSIS, Edy Paryono tertarik dengan Patto karena pemain ini sudah berpengalaman dan sesuai dengan pola main yang diterapkan timnya, yaitu flat system, apakah itu pola 4-4-2, 4-3-3 atau yang lainnya.
Padahal kuota pemain asing untuk tim yang berlaga pada Divisi Utama sebanyak empat pemain asing sehingga tim berjuluk Mahesa Jenar ini masih kurang dua pemain asing lagi, tetapi bila tim ini lolos verifikasi bagi tim tambahan untuk ke Superliga tentunya harus menambah tiga pemain asing lagi karena kuota untuk tim-tim Superliga adalah lima pemain asing.
Sekarang ini sebanyak tujuh tim, yaitu PKT Bontang, PSIS Semarang, PSS Sleman, PSIM Yogyakarta, Persis Solo, Persikabo Bogor, dan Persebaya Surabaya sedang menunggu pengumuman lolos verifikasi ke Superliga untuk mengganti Persiter Ternate dan Persmin Minahasa yang gagal lolos verifikasi.
Secara prestasi, kata dia, timnya juga layak karena pada saat Liga Indonesia XIII tahun 2007 menempati peringkat ke-10 klasemen wilayah barat, padahal yang diambil atau lolos ke Superliga adalah tim yang masuk sembilan besar.
Kemudian, lanjut dia, dari persyaratan administrasi juga sudah lengkap termasuk persyaratan badan hukum bagi tim Superliga karena manajemen sudah membentuk PT Mahesa Jenar.
"Peluang itu ada karena kami sudah berusaha memenuhi semua persyaratan dari Badan Liga Indonesia (BLI), tetapi perkiraan kami semula yang gugur dari Superliga sebanyak lima tim tetapi ternyata hanya dua tim," katanya.
Ia berharap agar BLI bersikap fair untuk menentukan dua tim yang berhak tampil pada pada Superliga mendatang. (*/cax)