"K-LigA yang dibentuk jangan hanya sebagai eforia pasca damai, saya harapkan dapat mewakili Aceh untuk bertanding di tingkat nasional bahkan internasional," katanya pada pelantikan pengurus pusat K-LigA di Banda Aceh, Senin.
Irwandi juga mengharapkan, yang sudah terpilih dan duduk sebagai pengurus harus benar-benar orang-orang yang tepat di bidangnya sehingga organisasi tersebut lebih solid.
K-LigA dibentuk untuk membantu memperbaiki citra sepak bola Aceh, terlebih lagi dengan adanya Undang-undang No.11/2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) yang memungkinkan Aceh untuk berpartisipasi dalam semua bidang olahraga.
"Bukan berarti kita mengutamakan sepak bola dibandingkan olahraga lain tetapi karena sepak bola adalah permainan rakyat," tambahnya.
Untuk memajukan dunia sepak bola di Aceh, Pemerintah Aceh juga akan mengirimkan 24 bibit muda berbakat sepak bola berusia 15 tahun untuk mendalami sepak bola ke Paraguay selama tiga tahun.
Sebanyak 47 orang dari seluruh Aceh sedang mengikuti seleksi untuk mendapatkan kesempatan berlatih di sekolah sepak bola selama tiga tahun di Paraguay. Pengiriman 24 remaja itu akan berlangsung awal Juni 2008. (kpl/rsd)