
"Mestinya kita bisa merealisasikannya," papar Dik Doank saat ditanya memaknai Harkitnas ke 100 di Menara ESQ 156 – TB Simatupang (20/5).
Bagi Dik sendiri, kemajuan yang dicapai Indonesia sudah ada tetapi kemundurannya juga banyak. "Dibanding dengan negara lain kita masih jauh ketinggalan. Padahal kita merdeka lebih dulu," ujarnya.
Tentu ini bisa dilihat dari indikator ekonomi pada meningginya angka kemiskinan ditandai dengan semakin tingginya angka pengangguran disertai melambungnya harga kebutuhan pokok yang berujung pada munculnya bencana busung lapar. Dan tingkat pendidikan yang semakin rendah.
Tentunya semua ini ada faktor pemicunya. Dan Dik menilik pada persoalan kepemimpinan. "Di Indonesia ini sudah terlalu banyak pemimpin yang ingin memimpin. Sebenarnya kita hanya butuh satu pemimpin yang baik, sementara yang lain mengikuti," katanya. Tapi sekarang kenyataannya lain.
Dan sekarang yang musti kita kerjakan, seperti kata Dik, adalah kita harus melihat apa yang telah dilakukan oleh orang–orang tua kita dulu. "Dulu mereka kerja keras membangun negeri ini. Seharusnya kita juga kerja keras untuk anak cucu kita nanti," tandasnya mantap. (kpl/hen/tri)
Lihat Profil: Dik Doank