
Film ini diproduksi oleh Miles Films bekerjasama dengan Mizan Cinema Production, B Edutainment dan Iluni UI. Dan akan dibintangi oleh Cut Mini, Ikranegara, Lukman Sardi, Ario Bayu, Tora Sudiro, Slamet Rahardjo, Alex Komang, Mathias Muchus, Rieke Diah Pitaloka, Robbie Tumewu, Jajang C Noer dan Teuku Rifnu Wikana yang akan berkolaborasi dengan 12 anak asli Belitung.
LASKAR PELANGI adalah sebuah kisah anak bangsa yang menggambarkan perjuangan guru dan 10 siswa di Belitong untuk sebuah pendidikan. Ide pembuatan film ini berawal dari rasa kagum Mira Lesmana dan Riri Riza selaku produser dan sutradara film ini terhadap buku karya Andrea Hirata yang diterbitkan pertama kali pada tahun 2004.
"Buku LASKAR PELANGI sanggup membuat kita tiba–tiba merasa bangga jadi orang Indonesia dan memompa semangat serta optimisme dengan hadirnya karakter anak–anak LASKAR PELANGI, ibu Muslimah dan bapak Harfan," ucap Mira Lesmana saat Press Briefing di MP Book Mizan, Jeruk Purut, Senin lalu (19/5).
Menurut Riri Riza, selaku sutradara film LASKAR PELANGI memiliki cerita unik dan penuh dinamika dengan hadirnya 10 siswa berkarakter sangat kuat dan seorang guru ambisius bercita–cita besar dan luhur.
"Dan Andrea Hirata adalah faktor penting kenapa kami ingin memfilmkan buku ini. Ada rasa antusiasme besar pada diri Andrea yang pada saat pertama ketemu seperti melihat matahari yang berjiwa keras dan sangat inspiring," ungkap Riri.
Dan bukan sesuatu yang mudah bagi Andrea mengijinkan karya sastra pertamanya ini difilmkan. Ada alasan khusus kenapa ia mempercayakan penggarapan LASKAR PELANGI kepada Mira dan Riri.
"Pertama mereka adalah sineas yang memiliki integritas, yang tidak semata melihat keinginan pasar. Kedua, mereka punya talent yang langka dalam membuat sebuah karya seni. Mereka bisa membuat film box office, tapi tetap bermutu. Dan saya yakin mereka punya indera keenam dalam membuat karya dan perspektif yang unik," papar Andrea.
Sementara bagi Putut Widjanarko – Vice President Operation Mizan Publika, dengan terjunnya Mizan dalam produksi film merupakan konsekuensi logis dari strategi pengembangan Mizan ke depan. Apalagi buku best seller LASKAR PELANGI diterbitkan Bentang Pustaka, salah satu penerbit dalam kelompok Mizan.
Sementara bagi Putut Widjanarko – Vice President Operation Mizan Publika, dengan terjunnya Mizan dalam produksi film merupakan konsekuensi logis dari strategi pengembangan Mizan ke depan. Apalagi buku best seller LASKAR PELANGI diterbitkan Bentang Pustaka, salah satu penerbit dalam kelompok Mizan. (kpl/ang/tri)
Lihat Profil: Riri Riza, Mira Lesmana, Cut Mini, Jajang C Noer, Rieke Dyah Pitaloka, Lukman Sardi
yeh klo ada si aktor porno itu jd males bgt deh nonton. udah ga bisa akting, wajahnya jg mesum, ga enak bgt lihat dia di layar lebar, meski misalnya jd antagonis! ugh ga bgt deh!
eh bintang film esek-esek, Tora ora Sudi, kok maen di laskar pelangi sih! bikin citra Andrea buruk ajah!