< >

WTO: Pembicaraan Putaran Doha Dekati Tahap Akhir

Rabu, 21 Mei 2008 11:17
Kapanlagi.com - Kepala WTO Pascal Lamy mengatakan, Selasa (20/5), putaran pembicaraan liberalisasi perdagangan Doha sedang mendekati tahap akhirnya sehubungan rancangan baru teks mengenai produk pertanian dan industri menyediakan katalisator untuk tindakan yang menentukan.

"Kami semakin dekat dengan akhir permainan kami," kata Lamy, yang menggambarkan teks terbaru sebagai 'papan loncatan untuk tahapan baru dan menentukan'.

"Teks perundingan hasil revisi ini mengilustrasikan dengan jelas di mana pemusatan terletak di antara anggota WTO dan di mana kita memiliki kerja yang banyak untuk dilakukan," kata Lamy dalam sebuah pernyataan.

Di Brussel, Komisi Eropa mengatakan pihaknya sedang mempelajari rancangan baru itu.

"Komisi saat ini sedang mengkaji secara rinci kedua teks yang keduanya panjang dan rinci, dan kami akan berkomentar sesegera mungkin," kata juru bicara komisi untuk masalah perdagangan Peter Power.

Gretchen Hamel, juru bicara kantor Perwakilan Dagang AS mengatakan, Amerika Serikat "bersiap untuk menentukan pilihan politis yang tegas yang diperlukan untuk menyelesaikan sebuah kesepakatan, ketika yang lain akan perlu untuk melakukan yang sama."

Putaran pembicaraan Doha Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang akan mengurangi hambatan perdagangan diluncurkan di ibukota Qatar pada November 2001 dengan maksud tercapai kesepakatan pada 2004.

Namun putaran itu tenggelam sejak itu, terutama karena sengketa antara negara-negara maju dan berkembang mengenai subsidi pertanian dan tarif industri.

Negara-negara berkembang melakukan tekanan untuk akses yang lebih besar bagi produk pertanian mereka ke pasar di negara-negara maju.

Negara-negara kaya sebaliknya mengupayakan kesepakatan yang lebih baik dalam perekonomian yang pasarnya sedang tumbuh untuk produk industri dan jasa mereka.

Teks hasil revisi tentang perdagangan produk pertanian dan industri yang disajikan masing-masing oleh duta besar WTO Crawford Falconer dan Don Stephenson, merupakan upaya untuk menetapkan dasar bagi kompromi.

"Secepatnya anggota ingin untuk merundingkan perimbangan yang bisa diterima antara pemangkasan yang dalam pada tarif pertanian dan non-pertanian serta subsidi pertanian selain besaran pemangkasan yang mereka inginkan pada masing-masing sektor," kata WTO dalam sebuah pernyataan.

Namun itu mengingatkan bahwa teks tersebut "masih bukan merupakan kata akhir."

Para perunding sedang berupaya untuk menghubungkan antara sektor pertanian dan perdagangan industri untuk memulai pembicaraan pada akhir bulan ini, kata sumber diplomatik.

Jika mereka membuat kemajuan pada level tersebut, para menteri perdagangan yang mewakili keanggotaan WTO dapat bersidang pada akhir Juni untuk menyelesaikan perundingan tentang pertanian dan industri dan untuk mendebatkan dua sektor subyek kunci lainnya yakni jasa dan peraturan perdagangan.

Teks pertanian yang baru itu berbeda sedikit dari versi sebelumnya mengenai angka yang dimasukkan dalam persetujuan akhir, yang harus disetujui pada tingkat menteri.

Teks itu mengusulkan rata-rata 54% pemangkasan dalam kepabeanan atas produk pertanian di negara-negara maju dan 36% di negara-negara berkembang, dan pengurangan dalam subsidi pertanian sebesar 75 atau 85% di Uni Eropa dan 66 atau 73% untuk Jepang dan Amerika Serikat.

Namun teks baru itu dilaporkan bergerak maju ke produk-produk "sensitif" yang sejumlah negara dapat melindungi dari penurunan tajam dalam kepabeanan.

Di sektor industri, sekitar 30 negara-negara yang pasarnya sedang tumbuh akan setuju untuk mengurangi kepabeanan mereka hingga tingkat maksimal 19 hingga 26%. Lebih banyak tarif diturunkan, lebih besar hak pemerintah untuk melindungi item "sensitif" tertentu. (*/lin)