
Bahkan saat survei membuktikan pembaca novel LASKAR PELANGI menentang untuk difilmkan, Riri tetap berlalu. "Ini menjadi semacam tantangan buat saya untuk membuat film yang lebih baik dari yang sebelumnya. Dan saya dengan Andrea telah sepakat dan ada kesepahaman bahwa kita harus mencari sesuatu yang baru dan kuat," ujar Riri di MP Book Mizan, (19/5).
Seperti diungkapkan Riri, bahwa di novel LASKAR PELANGI ada sesuatu yang musti harus disampaikan. Novel dan film ini bicara tentang waktu kekinian, yang semua orang sudah berusaha. Tetapi masih banyak ketidakadilan di tanah yang kaya ini yang membuat banyak masyarakat berada dalam batas kemiskinan.
"Di sini juga diceritakan bagaimana sulitnya untuk belajar. Perlu satu perjuangan. Di mana ada anak yang harus berjalan selama satu jam hanya untuk sampai ke sekolah. Dan spirit-spirit semacam ini yang harusnya bisa kita jaga," tutur Riri. (kpl/ang/tri)
Lihat Profil: Riri Riza