
Namun demikian, Ivan tak terlalu memusingkannya, bahkan saat ia dipanggil 'madam' oleh rekan-rekannya. Bagi Ivan, tingkah kecewek-cewekan tersebut hanyalah muncul saat ia berakting di depan kamera.
"Harus dibedakan antara Ivan di acara dengan Ivan sehari-hari," ujarnya, saat ditemui di Planet Hollywood, Rabu (21/5).
Ivan mengaku, dalam seminggu dia bisa berdandan hinggal tiga kali. "Capek juga sih," tuturnya. Namun apa boleh buat, semua itu dilakukannya demi profesi, dan menjaga image-nya sebagai 'madam'.
"Tak perlu harus mengubah image, selama memang rejeki aku ada di situ," tandasnya.
Jadi, lebih comfort mana nih, laki-laki atau bencong? "Dua-duanya comfort," jawabnya santai.
"Di hari biasa aku harus tampil biasa. Di butik aku jualan karya. Tapi kalau aku jadi artis, aku jualan muka dan tubuh. Memang ada komentar miring soal penampilan aku, tapi itu tak jadi soal, itu resiko dan aku pikir semua itu terbentuk karena narasi infotainment. Padahal setiap aku tampil selalu ada makna edukasi fashionnya," jelasnya.
Dan seandainya kalau para pemirsa lebih senang melihat Ivan sebagai sosok 'nona' yang cantik, ia sama sekali tidak berkeberatan. "Mereka menggemari saya sebagai perempuan, ya datang ke acara," sarannya.
Sebaliknya, tambah Ivan, bila ingin melihat dirinya sebagai sosok laki-laki, datanglah ke butik. "Saya selalu memberi banyak pilihan. Sosok saya adalah sosok serba bisa. Saya selalu ingin ber-metamorfosis," ujarnya. Weleh-weleh, kepompong kalee..! (kpl/ant/tri)
Lihat Profil: Ivan Gunawan