"Dari pihak kami, seperti yang telah dilaporkan, 22 orang tewas dan 45 lainnya cedera," kata Brigjen Muntasir Sabier, komandan pasukan pemerintah di Abyei kepada AFP melalui telepon satu hari setelah pertempuran itu.
"Situasi sekarang sangat tenang dan kami sedang melakukan pengaturan-pengaturan kami," katanya tanpa memberikan informasi lebih jauh.
Sabier mengatakan, bekas pemberontak Sudan Selatan -- Tentara Pembebasan Rakyat Sudan (SPLA) yang terlibat perang saudara dua dasawarsa dengan pemerintah Khartoum sampai perjanjian perdamaian tahun 2005 ditandatangani--menderita lebih banyak korban. (kpl/rif)