
Ini tanda–tanda Iis mulai gerakan mengencangkan ikat pinggang. Bayangkan saja selama ini, sebelum ada rencana kenaikan BBM saja, dia bisa merogoh kocek sampai 900.000 buat kasih minum mobilnya hanya untuk beberapa hari. Nah apalagi kalau bener–bener naik.
"Bingung juga," ujarnya saat ditemui di Parkir Timur Senayan, Kamis (22/5). "Sekarang lebih milih mobil yang pakai premium," akunya.
Cara lainnya, pilih tinggal di rumah. Kalau tidak penting banget dia tak bakalan pergi. "Nah untungnya," kata Iis, "Suami masih mau antar jemput. Jadi duitnya yang buat beli bensin bisa buat yang lainnya."
Di saat lainnya benar–benar bingung, Iis masih untung. "Itu yang wajib disyukuri," katanya.
Nah ngomong bensin ama mobil, pasti tak jauh dengan namanya SIM. "Iya nih aku ke Parkir Timur Senayan ini mau buat SIM kan ada program SIM Komunitas," jelasnya.
Lalu gimana? "Sudah dapat sih tapi prakteknya susah, karena biasanya aku pakai matik, ini pakai manual jadi sedikit kagok juga," tuturnya. Tapi lulus juga kan? (kpl/ant/tri)
Lihat Profil: Iis Dahlia