"Blok Ujung Kulon diserahterimakan secara resmi oleh Pemerintah Indonesia kepada M3Nergi Gamma pada 21 Maret 2007 lalu untuk melakukan aktivitas eksplorasi," kata Kepala Dinas Eksplorasi Region Jawa-Sumatera Selatan BP Migas, Indro Purwaman usai bertemu Gubernur Banten di Serang, Kamis (22/5).
Menurut dia, Blok Ujung Kulon mempunyai areal 3,706.47 Km2, terdiri atas daerah daratan dan lepas pantai bagian barat daya pulau Jawa, diperkirakan menyimpan sumber daya minyak dan gas bumi berdasarkan hasil survei dan studi geologi awal yang dilakukan pemerintah pada tahun 2001 dan 2006 lalu.
Indro mengatakan, untuk mengetahui seberapa besar potensi sumber daya minyak di blok tersebut, pemerintah mengundang investor dari Malaysia, yakni perusahaan M3nergy Gamma melakukan eksplorasi dengan tenggat waktu selama 10 tahun.
Jika ternyata hasil eksplorasi itu diketahui kapasitas kandungan minyaknya ada, maka perusahaan tersebut akan melanjutkannya pada tahap eksploitasi dengan kontrak waktu selama 30 tahun.
Aktivitas perusahaan dalam tiga tahun pertama, yaitu tahap eksplorasi mulai tahun ke satu pada 2007 dengan melakukan survei seismik 2 dimensi (750 Km) dan 3 dimensi (300 Km persegi). Pada tahun ke dua 2008 akan dilakukan studi geologi dan geofisika, serta pengeboran satu sumur eksplorasi yang akan dilakukan mulai 15 Juni mendatang.
Indro menambahkan, potensi minyak dan gas bumi di wilayah Provinsi Banten, selain berada di blok Ujung Kulon yang terletak di Kabupaten Pandeglang, juga ada di Blok Rangkasbitung yang saat ini sedang dalam proses tender di Dirjen Migas untuk eksplorasi di lokasi tersebut.
Sementara itu, Management M3nergy Gamma Ian Achmad mengatakan, pihak perusahaannya baru pertama kalinya mengadakan eksplorasi di Indonesia, yakni di Blok Ujung Kulon.
Diperkirakan butuh waktu kurang lebih 4,5 bulan dalam survei seismik itu untuk bisa mengetahui atau mendeteksi titik lokasi sumber minyak, sedangkan anggaran yang dibutuhkan dalam proses eksplorasi sekitar US$1,6 juta.
"Kami belum bisa memastikan berapa besar potensi kandungan minyak dan gas bumi di lokasi tersebut, karena baru diketahui setelah dilakukan pengeboran," katanya. (kpl/rif)