< >

Jepang Rencanakan Pengiriman Pasukan ke Sudan

Kamis, 22 Mei 2008 20:39
Kapanlagi.com - Jepang, yang ingin sekali menunjukkan peran diplomatik, ekonomi dan keamanannya di Afrika yang kaya sumber alam, sedang mempertimbangkan keputusan apakah mengirim pasukan ke Sudan selatan, kata para pejabat pemerintah, Kamis (22/5).

Para pejabat itu mengemukakan kepada bahwa satu tim terdiri sekitar 20 pejabat mungkin akan mengunjungi Sudan awal bulan depan untuk melakukan studi kelayakan mengenai rencana yang diperdebatkan itu.

"Apakah Pasukan Bela Diri (militer) dapat dikirim ke Sudan selatan tergantung pada situasi keamanan lokal yang akan dilihat oleh tim riset itu," kata seorang pejabat pemerintah Jepang yang tidak bersedia namanya disebutkan.

Jika kondisi-kondisi dipenuhi, Jepang diperkirakan akan mengirim sampai 24 pejabat militer untuk bergabung dengan Misi PBB di Sudan yang dikenal dengan nama UNMIS, yang mengawasi operasi perdamaian sekitar 10.000 personil di Sudan selatan, katanya.

Seorang pejabat pemerintah lainnya mengatakan, Tokyo sedang mempelajari berbagai rencana, termasuk pengiriman ratusan tentara ke Sudan selatan untuk misi non tempur.

"Tidak ada dari rencana-rencana itu benar-benar pasti, tetapi itu telah dibicarakan di berbagai kalangan," katanya. "Jika Jepang mengirim ratusan personil Pasukan Bela Diri, mereka mungkin akan bertugas terutama dalam penjinakan ranjau."

Ia mengatakan, PBB baru-baru ini meminta Jepang mengirim pasukan untuk ikut serta dalam operasi-operasi penjinakan ranjau yang dipimpin PBB di Sudan selatan.

"Akan ada satu keputusan politik apakah akan mengirim Pasukan Bela Diri Jepang ke Sudan," kata pejabat tersebut.

Pejabat itu mengatakan, Jepang tidak akan mengirim pasukan ke wilayah Darfur yang dilanda konflik.

"Darfur Itu di luar bidang kita pada tahap ini," katanya.

Konstitusi damai Jepang melarang negara itu ikut serta dalam kegiatan-kegiatan militer di luar negeri dan melarang penggunaan pasukan untuk menyelesaikan sengketa internasional.

Para ahli internasional memperkirakan, sekitar 200.000 orang tewas dan 2, 5 juta orang mengungsi sejak pemberontak sebagian besar non Arab mengangkat senjata di Darfur awal tahun 2003, menuduh pemerintah di Khartoum mengabaikan daerah itu.

Awal bulan ini Jepang berjanji akan memberikan bantuan US$200 juta untuk Sudan dalam empat tahun ke depan.

Tokyo ingin ikut serta dalam operasi-operasi PBB di Sudan dalam usaha mendukung ambisinya untuk dapat menduduki satu kursi tetap di Dewan Keamanan PBB.

Jepang yang miskin sumber alam, yang akan menjadi tuan rumah satu konferensi 45 negara Afrika pekan depan, ingin berperan lebih besar di kawasan yang kaya sumber alam itu menjelang KTT G-8 (kelompok delapan negara industri) di pulau Hokkaido di wilayah utara Juli mendatang. (kpl/rif)