< >

Pemerintah Harapkan PON XVII Sesuai Jadwal

Jum'at, 23 Mei 2008 20:12
Kapanlagi.com - Kantor Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemengpora) berharap agar Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII di Kalimantan Timur dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan, yaitu tanggal 6-17 Juli 2008, menyusul masih banyaknya venues-venues atau tempat pertandingan yang belum jadi.

"Kami bersikap keras terhadap PB PON agar pesta olahraga multieven empat tahunan itu digelar sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan," kata Kami Husni dari Tim Advokasi Kemengpora usai bertemu pengurus Konida I Jateng di Semarang, Jumat.

Menyinggung soal masih banyak venues yang belum jadi mengingat pelaksanaan PON XVII tinggal satu bulan lebih, dia mengatakan, pihaknya tidak berwenang untuk menjelaskan soal itu tetapi yang jelas pihaknya sudah minta kepada Panitia Besar (PB) PON agar perhelatan akbar olahraga nasional itu dilaksanakan sesuai dengan jadwal.

Wakil Ketua Umum III (bidang perencanaan dan anggaran) Konida I Jateng, HB. Bahreizy Gozali mengatakan, berdasarkan hasil pertemuan di Bandung yang dihadiri Konida se-Indonesia, KONI Pusat dan Kantor Kemenegpora, Kamis (15/5), Jateng dan provinsi yang hadir pada pertemuan itu sepakat untuk menyukseskan pelaksanaan PON XVII.

Soal permasalahan lain seperti biaya H-2 sampai H+2 dari jadwal pertandingan suatu cabang olahraga yang ditanggung kontingen, dia mengatakan, hal itu masih akan dibahas lagi pada pertemuan Konida se-Indonesia dengan PB PON di Kaltim tanggal 5 Juni 2008.

Di sisi lain, Kamis Husni yang juga membidangi soal lembaga antidoping, mengatakan, pihaknya sudah membentuk tim antidipoding selama penyelenggaraan PON XVII mendatang. Jumlah anggotanya sebanyak 300 orang yang berasal dari Kalimantan Timur di bawah naungan PB PON.

"Kita memberikan pelatihan dan penataran terhadap mereka. Kami juga memberikan lisensi kepada mereka untuk bekerja selama PON itu berlangsung," katanya menegaskan.

Lisensi tersebut, menurut dia, hanya berlaku selama PON itu berlangsung, di luar even tersebut, lisensi tidak berlaku.

Ia menambahkan, para juara dalam PON mendatang akan diambil sampel kencingnya untuk membuktikan apakah yang bersangkutan memakai doping atau tidak. "Ada ribuan daftar obat yang mengandung doping dan kami berharap atlet PON XVII tidak mengkonsumsi obat yang masuk dalam daftar doping," katanya.

Kemudian, kata dia, para juara yang memecahkan rekor internasional, akan dites di laboratorium doping di Penang, Malaysia karena Indonesia belum memiliki laboratorium seperti itu.

"Kita punya laboratorium doping di Jakarta tetapi belum diakreditasi, padahal untuk dapat diakreditasi mempunyai syarat-syarat khusus seperti satu tahun harus memeriksa 1.500 sampel," katanya. (kpl/rsd)