< >

Konferensi Perancis Bicarakan Pembangunan Afghanistan

Sabtu, 24 Mei 2008 07:27
Kapanlagi.com - Perancis Sabtu (24/5) jadi tuan rumah konferensi dari kira-kira 40 organisasi kemanusiaan yang mengharapkan akan mengalihkan pusat perhatian dunia dari memerangi Taliban di Afghanistan menjadi membantu negara itu membangun kembali.

Menlu Bernard Kouchner akan membuka pertemuan satu hari yang diadakan sebelum konferensi donor di Paris 12 Juni yang akan dihadiri oleh kira-kira 80 negara dan organisasi internasional itu.

Delegasi di konferensi itu termasuk ACBAR, Lembaga yang Mengkoordinasikan Badan untuk Bantuan Afghanistan yang terdiri dari 94 organisasi bantuan, yang akan menentukan prioritas proyek pembangunan dan membuat proposal yang akan disampaikan pada donor.

Tujuh tahun setelah Taliban diusir dari Kabul oleh pasukan AS dan sekutu mereka, separuh penduduk Afghanistan berjuang dengan kekurangan pangan, menurut Peggy Pascal dari Solidaritas, yang membantu korban perang.

Laporan ACBAR Maret menuduh bahwa negara-negara Barat hanya memberikan US$15 miliar dari US$25 miliar yang mereka janjikan, yang mengurangi prospek bagi perdamaian dan pembangunan di negara itu.

Sekitar 40% dari bantuan itu kembali pada negara donor sebagai keuntungan perusahaan dan biaya konsultan yang tinggi, menurut laporan tersebut.

"Untuk setiap 100 dolar yang dikeluarkan dalam operasi militer di Afghanistan, tujuh dolar jatuh ke rekonstruksi sipil," kata Pierre Lafrance, dari organisasi swadaya masyarakat Madera, yang bekerja sebagian besar dalam pembangunan pertanian.

Wakil dari sektor swasta juga akan menghadiri forum internasional itu, yang para pejabat Perancis katakan akan menyentuh prospek bagi penyerahan tanggung jawab yang lebih besar akan keamanan dan pembangunan kepada Afghanistan sendiri.

Sejak jatuhnya Taliban 2001, NATO telah mengerahkan pasukan berkekuatan 47.000 personil yang ditarik dari 40 negara yang memerangi sisa-sisa Taliban dan mendukung pemerintah pusat Presiden Hamid Karzai yang lemah.

Menteri Pendidikan Afghanistan Mohammed Hanif Atmar secara terpisah menuduh negara donor gagal memberikan cukup bantuan untuk mencegah kebangkitan kembali Taliban, dengan mengatakan "Barat ingin kemenangan dengan harga diskon".

Kesimpulan konferensi itu akan disampaikan pada pertemuan donor 12 Juni, yang akan dituanrumahi oleh Presiden Nicolas Sarkozy.

Menteri Keuangan Afghanistan, Anwar-ul haq, Minggu mengatakan Senin, pemerintah mengharapkan akan menjamin US$50 miliar bantuan pada konferensi Juni itu untuk membiayai rencana pembangunan lima tahun.

Salah satu proyek terbesarnya adalah untuk produksi listrik, yang baru mencapai sekitar 10% dari Afghanistan.

Ada juga rencana untuk membangun ribuan kilometer jalan dan juga lebih banyak bendungan dan sistem irigasi, kata menteri tersebut. (kpl/rif)