
Lagu-lagu dalam album tersebut dipilih dari beberapa orang yang mencitakan beberapa lagu. Lagu-lagu itu diseleksi ketat oleh tiga juri, Jockie Soerjoprajogo (musikus), Trie Utami (penyanyi), serta Usman Hamid (aktivis). Dari beberapa lagu, terpilih lagu ciptaan Doddy B Jatmiko (Yogyakarta) dengan lagunya berjudul Pahlawan Sejati, sebagai juaranya.
Pembuatan album untuk Munir sendiri didukung oleh pengamat musik Bens Leo. Dirinya menganggap anak muda sekarang sudah mulai kritis terhadap isu-isu sosial yang terjadi. Mereka tidak hanya membicarakan tentang cinta saja, melainkan mulai membicarakan tema-tema sosial dalam karya-karya mereka.
"Kesadaran anak-anak muda saat ini sudah mulai meningkat. Mereka mulai menciptakan lagu-lagu bertema sosial, termasuk tentang Hak Azasi Manusia (HAM)," ungkapnya, ketika ditemui di peluncuran album Munir di kantor Kontras, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (23/5).
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa umumnya yang membuat lagu bertema seperti itu adalah band-band indie. Di tengah usaha mereka untuk dikenal masyarakat luas, mereka juga menyelipkan lagu-lagu bertema sosial dalam album mereka.
"Jarang sekali band-band yang ada saat ini untuk menciptakan lagu tematik seperti pelanggaran HAM, kalau tematik seperti cinta tanah air, sudah banyak, salah satunya Cokelat. Umumnya sekarang itu band-band indie yang banyak menciptakan lagu bertema pelanggaran HAM, dengan tetap ciri khas musik anak muda, sehingga pesan yang ingin disampaikan pun sampai," tandasnya. (kpl/mai/bun)
Lihat Profil: Cokelat, Trie Utami, Bens Leo