< >

Pertukaran Mahasiswa Pereda Ketegangan Hubungan China-Taiwan

Sabtu, 24 Mei 2008 09:51
Kapanlagi.com - Presiden Taiwan Ma Ying-jeou pada Jumat menyatakan penerbangan langsung dan penukaran mahasiswa dapat meningkatkan pengertian dan mengurangi ketegangan antara Taiwan dan China.

Ma mengemukakan pernyataan itu saat menerima perutusan parlemen Australia, yang menghadiri pelantikannya pada Selasa.

"Penerbangan langsung dapat mengubah mentalitas orang. Coba pikir, jika pada masa depan, mahasiswa Taiwan bisa terbang ke Shanghai untuk berakhir pekan dan mahasiswa China bisa belajar di universitas Taiwan, pertukaran itu akan mempunyai dampak jangka panjang, karena dalam 20 atau 30 tahun, ada teman sekolah di antara pejabat dan pemimpin Taiwan dan China. Itu tentu akan menyumbang pada perdamaian seberang selat," katanya.

Ma, dari Partai Kebangsaan China (KMT) pendukung China, menang dalam pemilihan presiden pada 22 Maret atas janji mengupayakan perdamaian dengan China dan memulihkan perekonomian Taiwan. Ia diambil sumpah pada 20 Mei.

Sejak kemenangannya, Ma memperkenalkan rentetan langkah "terbuka" untuk meningkatkan pertukaran dengan China, termasuk penerbangan langsung, membuka pintu bagi wisatawan China dan membolehkan mahasiswa China hadir di universitas Taiwan.

Di bawah rencana itu, Taiwan dan China akan meluncurkan penerbangan carter akhir pekan pada 4 Juli, yang akan diperluas menjadi penerbangan sewaan harian dan akhirnya penerbangan teratur.

Dalam tahap awal, penerbangan carter akhir pekan ini hanya membawa kelompok wisata China ke Taiwan dan kembali ke China.

Layanan Perjalanan Antarbangsa China dilaporkan akan mengirim kelompok besar pengukuhan wisata China ke Taiwan untuk menandai peluncuran penerbangan carter itu.

Taiwan bermaksud lambat laun menambah jumlah wisatawan China ke negeri itu, rata-rata 3.000 orang sehari pada tahun pertama, 5,000 sehari pada tahun kedua, 7.000 sehari pada tahun ketiga, 10,000 sehari pada tahun keempat.

China tidak mengumumkan waktu Beijing dan Taipeh akan membuka penerbangan carter akhir pekan, tapi diperkirakan menyelesaikan rincian penerbangan carter dan wisatawan China ke Taiwan dalam lawatan ketua KMT Wu Poh-hsiung mendatang ke China.

Wu dijadwalkan mengunjungi China pada Senin untuk membahas usul perdamaian Ma dengan Presiden China Hu Jintao serta petinggi China.

China pada Kamis melakukan upaya memulai lagi pembicaraan dengan Taiwan, mengingat keadaannya berkembang semakin baik, kata laporan media resmi, setelah Ma menjadi presiden di pulau tersebut pekan ini.

"Banyak perubahan baik di Taiwan sebagai hasil upaya bersama pemimpin di seberang selat itu," kata kantor berita Xinhua mengutip pernyataan Chen Yunlin dalam pidatonya.

Chen adalah direktur Wilayah Kerja Taiwan pada Panitia Pusat Partai Komunis China.

"Kedua pihak telah melakukan upaya untuk memulai perundingan dan pembahasan berdasarkan atas kesepakatan 1992," katanya.

Taiwan dan China pada 1992 mencapai pedoman untuk perundingan dwipihak, yang menyatakan masing-masing pihak akan menerjemahkan kata Satu China dalam pandangan masing-masing.

Kedua musuh bebuyutan itu telah melakukan pembicaraan bersejarah tingkat tinggi pada 1993 di Singapura, tapi China menangguhkan perundingan berikutnya sebagai tentangan atas kunjungan Amerika Serikat pada 1995 ke Taiwan, yang presidennya saat itu mengusung gerakan kemerdekaan. (*/cax)