Petenis Rusia peringkat empat dunia itu merayakan gelar beruntun dalam event lapangan tanah liat Austria pada 2005 dan 2006 sebelum kalah di perempat final tahun lalu dari Monaco yang akhirnya menjadi juara.
Setelah terpaksa untuk bermain dua pertandingan pada Kamis karena hujan deras pada awal pekan, Davydenko tidak harus bekerja keras pada pertandingan semifinalnya, Jumat, mengalahkan rekan senegaranya Igor Kunitsyn 6-3, 6-2.
Monaco, unggulan kedua di Poertschach, membukukan tempatnya di final dengan kemenangan 6-4, 6-7, 7-6 atas unggulan ketiga Ivan Ljubicic.
Petenis Argentina peringkat 14 dunia, yang juga bermain dua kali pada Kamis, terpaksa harus menyelamatkan tiga match point sebelum akhirnya menghindarkan Ljubicic dari final ATP pertamanya di atas lapangan tanah liat.
"Saya tidak ingat terakhir kali saya memenangi pertandingan setelah ketinggalan match poin," kata Monaco.
"Hal yang sangat baik bagi saya adalah saya tidak pernah menyerah. Dalam pikiran saya, saya selalu berpikir bahwa saya bisa memenangi pertandingan. Dan setelah juga main dua pertandingan kemarin, saya kira ini persiapan terbaik untuk (Perancis Terbuka pekan depan di) Paris."
Davydenko dan Monaco maju ke final Sabtu dengan rekor 1-1 dari pertemuan mereka sebelumnya, Davydenko mengalahkan Monaco di turnamen lapangan tanah liat Sopot pada 2006 sebelum petenis Argentina itu membalas di Poertschach 12 bulan lalu. (*/cax)