"Kenaikan harga BBM pasti berdampak pada kenaikan biaya operasional dan harga bahan baku masakan untuk restoran. Tetapi untuk menaikkan tarif layanan itu perlu dikaji dulu," kata Ketua Himpunan Humas Perhotelan Bali (HHPB), Sugeng Purnomo, kepada wartawan Minggu (25/5).
Sugeng yang adalah Director of Marketing Communications The Laguna Resort & Spa, Nusa Dua, tak memungkiri bahwa operasional hotel, termasuk kegiatan antar-jemput tamu, operasional restoran, dan jasa pelayanan wisatawan lainnya, memerlukan dukungan BBM cukup besar.
Kemudian kenaikan harga BBM akan berdampak pada kenaikan harga-harga kebutuhan untuk pelayanan wisatawan, seperti bahan baku masakan untuk restoran yang sudah naik duluan.
Namun demikian jika pengelola hotel, restoran dan sektor pelayanan wisatawan lainnya langsung menaikkan tarif pelayanan secara gegabah, akan berdampak pada keluhan konsumen yang bisa berakibat pada penurunan jumlah tamu.
"Kalau kenaikan tarif layanan itu hanya sekitar 10 persen, mungkin bagi tamu kelas atas tidak masalah. Tetapi kalau kenaikannya terlalu tinggi, kami khawatir akan berdampak pada penurunan jumlah tamu," katanya.
Kecuali untuk jasa pelayanan antar-jemput tamu yang terkait langsung dengan keperluan premium atau solar untuk mobil operasional, kenaikan tarif layanan dapat dengan mudah dipahami oleh siapapun.
"Tetapi untuk kenaikan tarif kamar hotel dan harga makanan di restoran, kami perlu kaji lebih mendalam," kata Sugeng.
Untuk menyiasati kenaikan biaya operasional hotel, katanya, kalangan perhotelan perlu bekerja lebih keras guna mendatangkan tamu lebih banyak.
"Jika berhasil mendatangkan tamu lebih banyak yang mampu mendongkrak tingkat hunian kamar, mungkin tak perlu lagi menaikkan tarif kamar," ucapnya.
Menurut dia, sejauh ini tingkat hunian kamar hotel di Nusa Dua sudah cukup baik, sehingga tidak terlalu masalah dengan kenaikan harga BBM tersebut.
Tetapi untuk hotel-hotel yang okupansinya masih belum mencapai level memadai, kenaikan harga BBM akan terasa membebani biaya operasional.
Biaya operasional terbesar yang terkait dengan penggunaan BBM adalah untuk pengoperasian kendaraan bermotor, termasuk untuk antar-jemput tamu dan keperluan menghidupkan genset saat terkena pemadaman listrik PLN.
"Kami akan melakukan pembahasan intern di Laguna maupun dengan kawan-kawan HHPB terkait dampak kenaikan harga BBM tersebut," tambah Sugeng. (kpl/dar)