Noah dihentikan beberapa saat menjelang pukul 02.00 dini hari waktu setempat oleh polisi yang melihatnya berjalan membawa gelas plastik yang berisi cairan berwarna gading, menurut kepolisian Gainesville.
Menurut kepolisian cairan tersebut ternyata alkohol sehingga Noah melanggar peraturan di kota itu yang melarang orang meminum alkohol di jalanan.
Setelah dibawa ke kantor polisi, pihak berwajib menemukan lintingan mariyuana di sakunya.
Sumner Hallet, Humas Kepolisian Gainesville, mengatakan Noah cukup kooperatif dan membuat dirinya tidak dipenjarakan karena mau memberi sidik jari dan menerima panggilan pengadilan pada Juni mendatang.
Noah (23) bisa terkena hukuman penjara enam bulan dan denda US$500 (Rp4,67 juta) untuk tindakan yang masuk kategori pidana ringan itu.
Juru bicara Bulls mengatakan manajer umum John Paxson sudah tahu insiden tersebut dan telah berbicara dengan Noah pada Minggu, tetapi baru akan berkomentar setelah mendapat informasi lebih lengkap.
Noah, anak dari legenda tenis dunia Yannick Noah dan Miss Swedia 1978 Cecillia Rodhe, menjadi bintang bola basket di Amerika Serikat ketika membantu Universitas Florida menjuarai liga mahasiswa dan kemudian masuk ke pilihan kesembilan draft NBA Juni tahun lalu.
Pada musim pertamanya di NBA, ia bermain 73 kali, mencetak rata-rata 6,5 poin, 5,6 rebound dan 1,1 assist serta bermain 21 menit per pertandingan.
Ia juga terkenal tidak disiplin dan sempat dihukum setelah adu mulut dengan asisten pelatih. (*/cax)