Laksanama Emilio Madayag, kepala angkatan laut wilayah di kawasan selatan Mindanao, mengatakan, pasukan angkatan laut baru yang terdiri 500 prajurit akan disebarkan di tiga kota di provinsi Basilan, 1.000 kilometer di selatan ibukota Manila.
Madayag mengatakan, para prajurit akan menempati pos-pos mereka di kota-kota Lamitan, Ungkaya Pukan dan Tipo-Tipo Pusat sebelum matahari terbenam.
"Kami tidak bermaksud menambah pasukan di daerah itu," katanya. "Kami hanya memelihara jumlah pasukan yang sama."
Pada Minggu (25/5), angkatan laut terlibat pertempuran dengan kombinasi gerilyawan Front Pembebasan Islam Moro (MILF) dan kelompok militan Abu Sayyaf yang punyai kaitan dengan Al Qaeda di Ungkaya Pukan.
Ratusan penduduk yang tinggal di daerah itu melarikan diri dari rumah-rumah mereka untuk menghindari baku-tembak.
Keduanya, baik MILF dan pihak militer saling tuduh-menuduh bahwa merekalah yang mulai penyerangan, dan penguasa pasukan angkatan darat mengajukan komplain terhadap pemberontak karena mereka dianggap melanggar perjanjian gencatan senjata 2001 dengan pemerintah.
Perundingan-perundingan perdamaian antara MILF dan pemerintah telah macet sejak Desember tahun lalu berkaitan perbedaan pendapat mengenai masalah-masalah yang bertalian dengan wilayah leluhur, termasuk perluasan atas lima provinsi otonomi Muslim di Mindanao. (kpl/rif)