Batalion zeni, yang ditempatkan di daerah Compostela, kehilangan 20 senapan serbu dan satu senapan mesin ringan pada pekan lalu dan dua tentara, yang ditugaskan saat itu, menyatakan gerombolan pimpinan Maois bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Tapi, penyelidikan awal tentara dan polisi menduganya sebagai pekerjaan orang dalam, kata Letnan Kolonel Romeo Brawner.
"Pelaksanaannya direncanakan dengan baik. Mereka membuatnya tampak seperti serangan pemberontak komunis, tapi ada tanda dongeng bahwa itu perampokan biasa," katanya.
Sejumlah tentara juga dilarang meninggalkan asrama menunggu pemeriksaan.
Pada Minggu (25/5), dua tentara itu menyatakan diserang ratusan gerilyawan pimpinan Maois, yang mengambil keuntungan besar dan melarikan persenjataan.
Filipina melawan pemberontak komunis hampir 40 tahun di 69 dari 81 propinsi di seluruh negara Asia tenggara tersebut.
Sengketa itu menewaskan lebih dari 40.000 orang.
Gerilyawan komunis pada pekan lalu menyerang penjara di Filipina selatan dan merampok persenjataan, kata tentara.
Penjaga di penjara propinsi Davao Timur di kota Mati dilucuti tanpa perlawanan dan kelompok bersenjata Tentara Rakyat Baru (NPA) itu melarikan lima senapan, dua senapan buru, dua pistol dan tiga radio komunikasi, kata komando divisi Angkatan Darat Filipina di Tahum.
Sekitar 70 pemberontak bersenjata berat terlibat dalam serangan pada tengah hari itu, kata pejabat tentara.
Tidak ada laporan tentang korban atau pelarian tahanan dalam serangan tersebut.
Itu merupakan serangan kedua terang-terangan NPA atas penjara di Filipina selatan dalam delapan bulan terakhir.
Pada Oktober lalu, gerilyawan komunis menyerang Kumpulan Hukuman Davao di kota Dujale dan mencuri lebih dari 100 senjata api.
NPA adalah gerombolan 5.000 orang bersenjata sayap Partai Komunis Filipina, yang memerangi pemerintah sejak 39 tahun lalu.
Norwegia menjadi tuan rumah perundingan antara pemerintah Filipina dengan pemimpin pemberontakan terlama Maois di Asia Tenggara itu, yang tinggal di pengasingan, kata pernyataan kedutaan Norwegia di Manila pada pekan lalu.
Pernyataan itu mengatakan, kedua pihak bertukar pandangan mengenai kedudukan alur perdamaian dan sepakat bertemu lagi pada tanggal ditentukan kemudian pada akhir tahun ini dan meminta Oslo sebagai tuan rumah perundingan.
Presiden Gloria Macapagal Arroyo menyeru penghentian perundingan perdamaian dengan Partai Komunis Filipina pada empat tahun lalu, dengan menyatakan pemberontak tidak berminat melakukan penyelesaian lewat politik.
Norwegia menjadi tuan rumah pertemuan tak resmi antara kedua pihak dalam rangka memulai kembali alur perdamaian itu.
Pemerintah Norwegia dalam lamannya menunjukkan gambar pendiri Partai Komunis Filipina Jose Maria Sison, yang tinggal di pengasingan di Belanda, yang berdampingan dengan wakil pemerintah Filipina Nieves Confesor dan tuan rumah mereka pada saat pembicaraan pada 13-15 Mei.
Arroyo menetapkan tahun 2020 sebagai tenggat menghancurkan pemberontakan itu.
Pemberontakan tersebut menewaskan puluhan ribu orang dan Arroyo menyatakan itu membuat mundur pembangunan di sebagian besar daerah di Filipina, tempat NPA melancarkan serangan atas sarana niaga sebagai bagian dari siasat gerakan mereka. (kpl/rif)