Presiden Gloria Macapagal-Arroyo mengatakan, tim medis beranggotakan 30 orang yang terdiri atas para dokter dan perawat membawa serta peralatan medis dan penyelamatan para korban topan tersebut.
"Tim kami akan memberikan bantuan dan melakukan pengobatan," kata Arroyo dalam pernyataannya.
Dia menambahkan, Filipina akan berkoordinasi dengan negara-negara lain di Asia Tenggara mengenai tingkat bantuan yang diperlukan bagi kami masing-masing, untuk dikirimkan ke Myanmar."
Anthony Golez, juru bicara pemerintah, mengatakan tim yang akan membawa peralatan medis dan barang-barang bantuan senilai US$300.000, akan tiba di Myanmar dalam dua pekan.
Pada Minggu (25/5), Sekretaris Pers Ignario Bunye berpendapat, Myanmar `terlalu lambat untuk menerima bantuan.`
"Sekarang mereka telah bersedia, dan kami akan segera bergerak untuk menyelamatkan situasi dan kami akan berbuat sebaik yang kami bisa untuk membantu rakyat Myanmar," kata Bunye.
Myanmar secara luas menuai kecaman karena pada awalnya dia menolak masuknya para pekerja bantuan asing untuk membantu upaya-upaya penyelamatan, terutama di wilayah-wilayah yang terkena amukan badai Nargis pada awal bulan ini. (kpl/rif)