Kabid Kesiagaan Badan Kesbang Linmas Prov Sumbar, Ir Ade Edwar di Padang, Rabu (28/5), mengatakan, latihan bersama itu difasilitasi USPACOM/USARPAC (United States Army Pacific) .
"Fokus kegiatan adalah lahirnya sistem komando dalam menghadapi kejadian bencana, sedangkan pertukaran pengalaman dan pengetahuan dilakukan melalui pengalaman masing-masing negara," katanya.
Ia menjelaskan, 95 peserta di antaranya sebanyak 75 orang dari Indonesia, yakni dari Mabes TNI, Polri, Polda Sumbar dan dari Satkorlak Provinsi dan Satkorlak tujuh kabupaten dan kota di Sumbar yang rawan bencana, termasuk ORARI, RAPI, Tagana Sekber.
Sebanyak 15 orang lainnya berasal dari tentara AS, dan lima peserta lainnya juga dilibatkan dari media cetak dan elektronik di daerah itu.
Latihan dipilih dilakukan di Sumbar, katanya lagi, terkait anggapan bahwa daerah ini memiliki risiko bencana lebih tinggi, sementara kepedulian dari masyarakat Sumbar lebih tinggi pula.
Karenanya, Sumbar sekaligus ditunjuk pemerintah sebagai daerah percontohan dalam menanggulangi bencana.
"Ke depan kita berharap latihan bersama serta berbagi pengetahuan dan pengalaman tersebut dapat meningkatkan kemampuan aparat dalam manajemen penanganan kejadian bencana," katanya.
Selain itu juga, meningkatkan kemampuan TNI, dan pemerintah dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan, agar cepat dan tepat sasaran.
Juga meningkatkan kerjasama dan koordinasi dan sinkronisasi antara pengambil kebijakan dari kabupaten, kota, provinsi, nasional dan internasional.
Terhadap bantuan Amerika Serikat, lebih diharapkan pengembangan dan perkuatan manajemen dan peralatan ketika terjadi bencana itu, tambahnya. (kpl/rif)