
"Jujur aku takut, tapi gimana lagi, aku hanya bisa berdoa biar peristiwa itu tidak terulang," tuturnya melalui ponselnya, (29/5).
Waktu peristiwa 1998, Sandra masih berada di kampung halamannya, Pangkal Pinang. Dari cerita temennya tertangkap gambaran kengerian.
"Tapi aku hanya bisa berdoa, agar itu tidak pernah terjadi karena sangat merugikan negara kita, Mungkin itu ada pihak pihak tertentu yang pingin membuat keruh suasana. Semoga orang orang yang mau bikin rusuh dan suasana politik memanas, sadar diri," harapnya.
Pada dasarnya dia tak masalah dengan demo–demo yang akhir–akhir ini terus meluas. "Demo itu kan juga mewakili hati rakyat selama masih sesuai aturan, tertib dan tidak bertindak anarkis. Apa artinya demo mengatakan membela rakyat tapi yang dirugikan rakyat juga dengan tindak kekerasan," ungkapnya. (kpl/wwn/tri)
Lihat Profil: Sandra Dewi