< >

IAEA: Program Nuklir Iran Bertujuan Damai

Jum'at, 30 Mei 2008 05:41
Kapanlagi.com - Duta besar Iran untuk Indonesia, Behrouz Kamalvandi menyatakan, laporan terkini Badan Tenaga Atom Antar bangsa (IAEA) menunjukkan bahwa program nuklir Iran bertujuan damai.

Di samping itu, kerjasama Iran dengan IAEA telah melebihi kewajiban sesuai dengan perjanjian kedua pihak.

"Iran telah memenuhi semua kewajiban kerjasama yang ditetapkan IAEA menyangkut program nuklir tujuan damai," kata Kamalvandi di Jakarta, Kamis (29/5).

Duta besar Kamalvandi merujuk pada laporan terkini Direktur Jenderal IAEA, Muhammad ElBaradei, bahwa IAEA tidak memiliki bukti Iran berkeinginan mengembangkan bom atom.

"Kami tidak melihat tanda atau bukti apa pun bahwa Iran membangun senjata nuklir dan saya konsisten mengatakan itu sejak lima tahun silam," kata ElBaradei saat berbicara dalam Forum Ekonomi Dunia mengenai Timur Tengah belum lama ini.

ElBaradei secara tegas menyatakan, Iran sebagai anggota Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) telah menunjukkan tanggungjawabnya dan terbuka untuk memenuhi kewajiban internasional terkait dengan program nuklirnya dan senantiasa bekerja sama dengan IAEA.

Kamalvandi mengungkapkan, sejak Maret 2007, IAEA melakukan 14 pemeriksaan mendadak yang tidak diumumkan.

"Seluruh bahan nuklir pada Pabrik Pengayaan Bahan Bakar (FEP) serta semua air terjun, yang dibangun untuk mendukung program itu, tetap di bawah pengawasan IAEA", katanya.

Selain itu, katanya, IAEA secara penuh mengawasi seluruh uranium dalam bentuk UF6, yang dihasilkan Fasilitas Pengalihan Uranium.

IAEA terus menguji bahwa tidak ada pengalihan bahan nuklir, yang diumumkan di Iran, katanya.

Menurut dia, Iran telah memberikan akses kepada IAEA ke bahan nuklir serta memberikan laporan pembukuan bahan nuklir, yang dibutuhkan IAEA dalam kaitan dengan bahan dan kegiatan nuklir.

Iran melaksanakan program nuklir tersebut sesuai dengan rencana kerja, yang disetujui IAEA, dan menjalankan semua kegiatannya berdasarkan atas Anggaran Dasar IAEA, NPT dan perjanjian perlindungan terpadu, katanya.

"Republik Islam Iran menghilangkan yang disebut keprihatinan menyangkut program nuklir tujuan damai pada masa lalu dan masa kini," katanya.

Ia menilai, tuduhan beberapa kalangan yang menyatakan Iran membuat bom nuklir, tidak berdasar dan merupakan upaya menghambat kerjasama baik Iran-IAEA.

Menurut dia, upaya pihak tertentu membawa masalah program nuklir Iran ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah tidak adil, tidak beralasan dan melawan hukum. (kpl/rif)