< >

Pembangkang Yang Dikira Telah Tewas Dibebaskan Libya

Jum'at, 30 Mei 2008 08:51
Kapanlagi.com - Pemerintah Libya telah membebaskan seorang tawanan politik setelah ia ditangkap 15 tahun lalu, Human Rights Watch (HRW) yang bermarkas di AS mengatakan Kamis.

Kelompok hak asasi manusia itu telah mengkhawatirkan Jum`a Noufayed mungkin sudah tewas setelah ditangkap bersama dengan 13 aktivis politik lain Libya Februari tahun lalu.

Kelompok itu merencanakan untuk melakukan demonstrasi damai terhadap apa yang mereka katakan sebagai kekejaman polisi tapi ditahan sebelum demonstrasi itu dapat berlangsung.

"Ini (pembebasan) merupakan berita yang baik sekali karena selama lebih dari satu tahun kami mengkhawatirkan Jum`a Boufayed mungkin telah tewas," HRW menambahkan dalam satu pernyataan. Boufayed dibebaskan Selasa.

Namun mahasiswa kedokteran Abd al-Rahman al-Qotaiwi masih hilang, HRW mengatakan.

Dari kelompok tersisa dari 13 orang yang ditahan Februari tahun lalu itu, 11 orang sedang diadili dan satu orang, saudara laki-laki Boufayed, Idriss, telah dibebaskan.

Idriss mengidap sakit kanker dan dilukiskan sebagai organisator penting dari unjuk rasa yang direncanakan tahun lalu, kata HRW.

Para pejabat pemerintah tidak segera bersedia untuk berkomentar.

Masalah tawanan politik merupakan rintangan besar bagi normalisasi penuh hubungan Libya dengan AS.

Washington telah minta pembebasan semua tawanan politik, dengan mengatakan hak asasi manusia merupakan bagian dari pembicaraan antara AS dan Libya, yang memulihkan hubungan diplomatik setelah Tripoli melepaskan program senjata penghancur massalnya pada 2003.

Boufayed tidak terlibat dalam merencanakan protes itu tapi ditahan oleh polisi setelah ia memberikan wawancara pada sebuah situs Internet surat kabar mengenai penangkapan saudara laki-lakinya tersebut.

Kelompok itu mengatakan demonstrasi itu untuk memperingati ulang tahun bentrokan Februari 2006 antara pengunjuk rasa dan polisi di Benghazi, kota terbesar kedua Libya, yang mana sedikitnya 11 orang telah tewas.

Surat kabar Watan yang pro-pemerintah mengatakan Kamis, kementrian kehakiman telah memerintahkan pembebasan Idriss karena alasan medis setelah ada permintaan dari Yayasan Khadafi, kelompok amal yang dipimpin oleh putera pemimpin Libya Muamar Khadafi, Saif al Islam.

Ke 11 tahanan lainnya akan tampil di pengadilan bulan depan dengan tuduhan merencanakan untuk menggulingkan pemerintah, kepemilikan senjata dan hubungan tidak sah dengan seorang pejabat asing tak dikenal. (*/cax)