Bom Bunuh Diri Tewaskan 35 Orang

Kapanlagi.com - Seorang pelaku bom bunuh diri Kamis menghantam satu pangkalan polisi di Irak utara dan lainnya meledakkan suatu patroli, yang menewaskan 20 orang pada saat milisi pro pemerintah menewaskan 15 orang yang diduga pejuang Al Qaeda, kata para pejabat.

Aksi kekerasan telah meningkat tajam ketika militer Amerika Serikat mengumumkan rencana penarikan 4.000 tentara setelah mengatakan bahwa tingkat kekerasan di negara tersebut mencapai taraf terendah selama empat tahun terakhir.

Seorang pria mengenakan jaket yang berisikan bahan-bahan peledak meledakkan dirinya di markas besar kepolisian di Sinjar, satu kota di lintasan ke Suriah dari kota besar di utara, Mosul.

Seorang sumber di rumah sakit mengatakan, 17 orang telah tewas dan 30 lainnya luka-luka dalam peristiwa itu.

Juru bicara kementerian dalam negeri Mayjen Abdul Kareem Khalaf mengatakan, kepala kepolisian lokal telah menunda jalannya perundingan-perundingan itu.

Pihak penguasa di provinsi Nineveh mengeluarkan larangan mobil-mobil tanpa penumpang berkeliaran dengan tujuan meminimalisasi resiko serangan-serangan bom bunuh diri yang biasanya dilakukan oleh mobil dengan pengendara tunggal.

Pegunungan di sekitar Sinjar adalah pusat terbesar pemukiman orang-orang Irak non-Muslim, Yazidi Kurdi, dan tampak tak satupun korban tewas dalam serangan sejak invasi yang dipimpin AS pada 2003.

Pada Agustus lalu, pelaku pemboman bunuh diri di dalam kereta menewaskan lebih dari 400 orang di dua desa Yazidi, di dekat Sinjar.

Pada beberapa jam sebelum serangan Kamis, satu serangan bom bunuh diri ditagetkan pada suatu kelompok petugas polisi di Al-Gabat, suatu pemukiman di utara Mosul, kata polisi.

Sedikitnya tiga orang, termasuk dua polisi tewas dan 12 lainnya cedera dalam serangan itu.

Mosul, adalah kota terbesar ketiga di Irak, dipandang oleh militer Amerika sebagai benteng pertahanan terakhir Al Qaeda, dan Pasukan AS serta Irak telah melakukan serangan besar-besaran terhadap para pejuang Islam di wilayah ini sejak 14 Mei lalu.

Di daerah pemukiman provinsi Salaheddin, milisi sekutu AS dan pemerintah menewaskan 15 orang yang diduga anggota Al Qaeda di kota Tikrit, 180 kilometer di utara Baghdad.

Para anggota kelompok gerakan `Kesadaran` Sunni membuka serangan pada saat orang-orang yang dicurigai itu berusaha melarikan diri dari kendaraan di satu pos pemeriksaan, kata pejabat milisi Ahmed al-Dulaini.

Dia mengatakan, lima orang berusaha mendekati anggota milisi yang menyerang, namun akhirnya menembak tewas ke-15 orang itu.

Sopir kelompok itu menawarkan `gula-gula` kepada para anggota milisi yang masih menuntut memeriksa kendaraan itu. Tapi pada saat mereka membuka tangki kendaraan mereka menemukan 15 pria bersenjata yang bersembunyi di dalamnya.

Khalaf dari kementerian dalam negeri mengatakan bahwa 10 di antara yang tewas diyakini akan bertindak sebagai pelaku pemboman bunuh diri yang kabur dari Mosul, karena terjadi aksi penumpasan anti-jihad.

Serangan-serangan Kamis terjadi pada saat militer AS mengumumkan rencana penarikan 4.000 tentara lainnya dari Irak bulan depan.

Hal itu bila dilaksanakan akan menjadi penarikan pasukan ke empat dari lima brigade yang dikirimkan di bawah strategi perlawanan yang makin meningkat pada Februari 2007. Ketika itu 30.000 tentara tambahan dikirimkan ke Irak untuk rangka menghentikan aksi kekerasan antar kelompok di negara itu.

Pada hari Ahad, para pejabat Amerika mengatakan tanpa menyebut jumlah korban yang tewas, bahwa tingkat kekerasan di Irak kini telah mencapai tingkat terendah dalam tempo empat tahun terakhir.

Berdasarkan penghitungan laman web independen www.icasualties.org jumlah korban tewas tentara AS dalam bulan ini sudah mencapai 19 orang. Ini adalah angka terendah sejak mereka melakukan invasi pada tahun 2003.

Jumlah tentara AS yang tewas di Irak sejak 2003 hingga kini mencapai 4.084 orang, kata laman internet itu.

Washington mengatakan akan menarik 30.000 lagi tentaranya pada Juli dan kemudian akan melakukan evaluasi selama 45 hati sebelum memutuskan penarikan keseluruhan.

Pada awal bulan ini, dijelaskan bahwa 152.500 tentara AS digelar di seluruh wilayah Irak bersama dengan sekitar 10.000 tentara dari negara-negara lainnya. Total kekuatan pasukan koalisi pada saat ini mencapai 161.000 orang. (*/cax)

©2003-2007 KapanLagi.com