"Terang aja kami sewot, karena ada adegan dalam klip kami yang dihilangkan. Kami merasa seperti dikebiri karena cerita dalam klip lagu Laki-laki itu terpotong dan malah menghilangkan maknanya," tukas Boy, drummer band LAKILAKI yang melayangkan protesnya pertama kali ke pihak label, Kaluku Records.
Sementara itu, pihak Kaluku Records yang diwakili oleh Norman Bantilan, Eksekutif Produser album LAKILAKI tersebut, mengaku sudah mengetahui pemotongan adegan dalam klip tersebut dari pihak PH yang memproduksi tayangan klip tersebut.
"Kami tidak begitu mempersoalkan, karena pihak PH telah menjelaskan bahwa pihak TVRI tidak menyetujui penayangan klip dengan adegan yang katanya kontroversi. Yang penting klip bisa tayang dan lagunya tidak terpotong," ungkap Norman yang sudah menjelaskan kepada anak-anak band LAKILAKI.
Meski Agung (vokal), Fahmy (gitar), Zack (keyboard), dan Yayan (Bass) nampak memakluminya, namun tidak bagi Boy, drummer LAKILAKI yang dikenal paling getol protes sana-sini.
"Memang sih klip kami ditayangkan berikut RBT-nya, tapi menurut gue, adegan jarum suntik itu adalah klimaks dari cerita dalam klip itu. Sayang kan kalo sampai dihilangkan?" jelas Boy dengan nada ketus.
Soal adegan yang kontroversi tersebut, Willy, produser program File Musik menjelaskan bahwa pihak TVRI menganggap adegan seorang pria muda menggunakan jarum suntik dalam klip tersebut bisa diasosiasikan oleh awam sebagai angin segar bagi para pengguna narkoba lewat jarum suntik yang memang marak digunakan di kalangan anak muda.
"Kami sendiri dari PH memahami bahwa adegan dalam klip Laki-Laki itu, tentang seorang dokter yang menggunakan jarum suntik untuk menyuntik seorang pasien frustasi akibat patah hati, di dalam sebuah ruangan rumah sakit. Tapi pihak TVRI menganggap adegan itu kontroversial dan bisa disalah-artikan oleh masyarakat luas yang menonton TVRI," terang Willy yang sejak awal telah menjelaskannya pada pihak Kaluku Records.
Di sisi lain, Arief 'Okep' Budiman, sutradara klip Laki-Laki yang pernah bekerja di Global TV tersebut, mengungkapkan bahwa ide adegan jarum suntik dalam klip itu murni dari ide kreatifnya.
"Anak-anak band LAKILAKI menyetujui saja waktu aku menawarkan ide itu. Dan menurut aku, kalau masyarakat menyaksikan klip itu berulang-ulang, lama-lama akan mengerti bahwa penggunaan jarum suntik dalam klip itu adalah sah, karena digunakan oleh seorang dokter," tegas Arief sembari berupaya meyakinkan tidak ada dampak buruk dari klip tersebut.
Yayan, pembetot bass dari band LAKILAKI, yang juga berperan sebagai dokter muda dalam adegan klip pertama mereka pun tak kuasa menahan kekesalannya.
"Dalam klip itu gue jelas-jelas pakai baju dokter. Dan di dalam ruangan serba putih itu, ada anak muda frustrasi yang sakit jiwa karena patah hati, sedang dibujuk oleh seorang wanita agar mau di suntik oleh dokter demi kesembuhannya. Kok TVRI nggak melihatnya berkali-kali? Tivi lain aja muter kok, liat aja Global TV, Jak TV, dan O Channel. TV lokal lainnya pun muter lagu itu," ungkap Yayan, masih dengan nada kesal.
Sayang pihak TVRI sampai berita ini diturunkan belum memberikan konfirmasi tentang pemotongan adegan jarum suntik itu, dan belum memberikan tanggapannya tentang protes anak-anak band LAKILAKI yang berasal dari Yogyakarta itu. (kpl/wwn/tri)