"Kami masih menyelidiki apakah ada bahan peledak atau tidak. Namun, hasil pemeriksaan jelagat (sisa-sisa ledakan, red) negatif, sehingga kemungkinan ledakan itu akibat bocornya tabung gas elpiji yang ada di dalam kontainer," kata Laboran Muda, Kelompok Pemeriksaan dan Forensik, Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya, Komisaris Sudi Haryono, ditemui di sela-sela olah TKP.
Sweb (pengambilan jelagat, red) kata Sudi Haryono, dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti ledakan tersebut. Namun, penyebab ledakan itu kata Laboran Muda Labfor Mabes Polri tersebut baru bisa diketahui dua minggu kemudian.
"Sweb dilakukan untuk mengidentifikasi jelagat di dalam kontainer. Jelagat ternyata negatif, sehingga penyidikan kami arahkan pada kemungkinan ledakan akibat kebocoran tabung gas itu. jelagat termasuk dua tabung gas yang kami temukan bocor akan kami bawa ke Labfor Surabaya untuk diteliti lebih jauh. Jadi, penyebab ledakan itu belum bisa disimpulkan," katanya.
Bersama seorang anggota identifikasi Satuan Reskrim Poltabes Samarinda, Ajun Komisaris Nur Habib, kedua Tim Labfor Mabes Polri itu mengambil sampel jelagat di dalam kontainer yang sudah pecah akibat ledakan keras.
Puluhan tabung gas epiji terlihat masih utuh, sementara beberapa barang lainnya seperti, televisi, spare part, mainan serta pakaian berserakan.
"Kami menggunakan sabun untuk mendeteksi kemungkinan kebocoran tabung gas itu. Sementara, kami temukan ada tiga tabung yang bocor,"katanya. (*/cax)