< >

Bangladesh Hanguskan 1 Juta SIM Card

Senin, 02 Juni 2008 19:00
Kapanlagi.com - Operator selular Bangladesh terpaksa menghanguskan lebih dari 1 juta SIM (Subscriber Identity Module)card yang masih aktif. Keputusan ini diambil lantaran sampai batas waktu terakhir registrasi, pemilik kartu tersebut belum juga mendaftarkan SIM card mereka.

Seperti halnya di Indonesia beberapa waktu lalu, pemerintah Bangladesh selama bertahun-tahun mengijinkan kepemilikan SIM card tanpa identitas yang jelas. Namun, mulai tahun kemarin pemerintah Bangladesh memberlakukan peraturan baru yang mewajibkan pemilik kartu SIM ponsel untuk mendaftarkan identitas mereka.

Bangladesh Telecommunications Regulatory Commission telah memberikan kelonggaran sampai 4 kali bagi pemilik SIM card untuk segera mendaftarkan identitas mereka dan kali ini mereka tidak berencana untuk memberikan kelonggaran lagi. 1 juta nomor ponsel aktif itu akan dihanguskan dan tidak lagi bisa dipakai.

Peraturan baru ini pertama kali diberlakukan sekitar Agustus 2007. Para penyedia layanan seluler diminta untuk mendata ulang pelanggan mereka yang membeli nomor ponsel sebelum 28 Februari 2006. Pemerintah memutuskan untuk memberlakukan peraturan baru ini karena alasan keamanan.

Menurut sebuah berita yang dimuat Reuters hari Minggu (1/06/08) dikabarkan bahwa di Bangladesh ada sekitar 40 juta nomor pengguna layanan seluler yang masih aktif. Perkembangan pengguna layanan seluler di negara yang berpenduduk sekitar 140 juta jiwa cukup pesat belakangan ini. Walaupun setengah dari warga Bangladesh masih berpenghasilan di bawah US$1 per hari, namun Bangladesh tercatat sebagai negara dengan pertumbuhan pengguna seluler tercepat di seluruh dunia.

Grameenphone menguasai pasar seluler Bangladesh dengan pelanggan sekitar 18 juta orang. Sementara Banglalink milik Egyptian Orascom Telecom menyusul dengan 8,5 juta pelanggan. (rtrs/roc)