Laksamana Michael Mullen, pimpinan Kepala Staf Gabungan mengatakan, Washington masih berkomitmen untuk membantu memodernisasi militer Filipina.
Mullen bertemu dengan mitra sejawatnya dari Filipina, Letjen Alexander Yano, Senin (2/6), di markas besar angkatan darat di Kota Quezon, di pinggiran Manila.
"Kami membahas dukungan dan bantuan kepada pasukan angkatan darat dan pemerintah AS, terutama dalam meningkatkan kemampuan dan modernisasi, serta perang terhadap teroris," kata Yano setelah pertemuan.
Pada Minggu (1/6), Mullen membuat kejutan dengan berkunjung ke Kota Zamboanga di wilayah selatan yang bergolak, tempat sejumlah tentara AS yang tak disebutkan dikirimkan untuk melatih tentara Filipina untuk menghadapi pemberontakan.
Kunjungan Mullen ke Zamboanga terjadi beberapa hari setelah sebuah bom meledak di depan kantor Badan Pengembangan Internasional AS yang menewaskan tiga orang. (kpl/rif)