Secara teknis, kualitas MP3 ditentukan oleh banyaknya data yang ditransfer dalam 1 detiknya. Umumnya, MP3 menggunakan bit rate sebesar 128 kilobits per detiknya. Kualitas ini dianggap mendekati kualitas CD. Namun Amazon dan iTune mencoba menawarkan bit rate yang lebih tinggi lagi. Kabarnya mereka menyediakan lagu dengan kualitas 256 kbps. Dan Metallica akan memberikan kualitas 320 kbps pada albumnya yang sedang dalam penggarapan.
Kabarnya, album John Mellencamp yang berjudul LIFE, DEATH, LOVE AND FREEDOM akan dirilis dalam format DVD. Produser T Bone Burnett, dan timnya telah mengembangkan teknologi DVD musik karena mereka merasa jengkel dengan perkembangan dunia musik digital saat ini. Musisi gaek Neil Young bahkan akan merilis volume pertama dari kumpulan lagu-lagu terbaiknya dalam format Blu-ray Disc yang jelas lebih bagus ketimbang CD atau DVD.
Tren untuk kembali ke piringan hitam yang memiliki kualitas suara lebih realistik pun mulai muncul lagi. Beberapa musisi seperti Liz Phair dan Tom Petty mulai mencoba memasarkan album mereka dalam format ini walaupun masih tetap menyediakan format CD yang lebih populer.
Seperti diberitakan USA Today hari Selasa (3/06/08), Ryan Ulyate, sound engineer Mudcrutch, menyampaikan bahwa secara umum, CD di-mixing untuk menghasilkan suara yang keras untuk mengantisipasi penggunaan dalam kendaraan bermotor dan konversi ke bentuk MP3. Ini menghasilkan kualitas suara CD yang tidak memuaskan.
"Kami sedang berada dalam perang suara yang merusak kualitas suara CD dan kami bermaksud mencari cara untuk keluar dari lingkaran maut ini," lanjut Ryan Ulyate. Menurut Ryan, hasil rekaman asli saat di studio memiliki dinamika yang tak bisa diperoleh saat mendengarkan CD.
Sejak keluarnya CD sekitar 25 tahun yang lalu, para pecinta suara atau audiophile sudah mengkritik habis-habisan format ini lantaran tak mampu mereproduksi suara musik secara utuh. Munculnya format MP3 dan sejenisnya justru malah memperburuk kualitas musik yang sebelumnya sudah menurun. (usat/roc)