"Soetrisno Bachir mengalami kenaikan popularitas yang luar biasa gara-gara iklan di televisi," ujar Direktur Eksekutif Lembaga Riset Indonesia R. Silalahi di Jakarta, Selasa (3/6).
Sebelum iklannya yang bertajuk "Hidup adalah Perbuatan", lanjut Silalahi, popularitas Soetrisno Bachir hanya sekitar 20% saja.
Silalahi mengatakan, keterkenalan Soetrisno Bachir tersebut cukup fenomenal mengingat dia bukan pejabat publik seperti anggota DPR, menteri, wapres, atau mantan presiden.
"Dia boleh dikatakan tokoh informal. Lain dengan ketua umum partai lain yang umumnya anggota DPR, menteri, wakil presiden, dan mantan presiden," ucapnya.
Dalam survei LRI yang dilakukan pada 12-14 Mei di seluruh Indonesia dengan 2.300 responden untuk mengukur tingkat keterkenalan ketua umum partai itu, hasilnya adalah mantan Presiden Megawati Soekarnoputri selaku ketua umum PDIP menjadi tokoh paling populer dengan 96%.
Peringkat berikutnya adalah Wapres yang juga Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla dengan 89% dan Ketua Umum DPP PKB hasil MLB Ancol Muhaimin Iskadar di urutan ketiga dengan 59%.
Sementara, Ketua Umum DPP PAN Soetrisno Bachir berada pada urutan keempat dengan 54%. Di posisi berikutnya adalah M.S. Ka`ban (PBB) dengan 33%, Tifatul Sembiring (PKS) 32%, dan Surya Dharma Ali (PPP) 32%.
Lalu di urutan berikutnya adalah Hadi Utomo (Partai Demokrat) 30%, Ruyandi Hutasoit (PDS) 15%, dan Bursah Zarnubi (PBR) juga 15%.
"Muhaimin populer gara-gara berkonflik dengan Gus Dur. Rupanya konflik dan iklan sama-sama membuat seseorang jadi populer di mata masyarakat," kata Silalahi.
Menurut dia, tingkat keterkenalan ketua umum parpol cukup signifikan dengan peluang raihan suara dalam pemilu. Oleh karena itu, setiap ketua umum parpol harus berusaha membangun citra positif di depan publik.
Sekjen DPP PAN Zulkifli Hasan merespons positif survei tingkat keterkenalan ketua umum parpol.
Dia optimistis Soetrisno Bachir akan semakin populer karena iklan "Hidup adalah Perbuatan" terus menjadi buah bibir di masyarakat.
"Kalau program road show terus ditingkatkan, sekitar Agustus mungkin keterkenalan SB akan jadi 70%," ujarnya. (kpl/rif)