< >

Browser Khusus Untuk Anak Autis

Rabu, 04 Juni 2008 20:00
Kapanlagi.com - Perkembangan dunia internet yang sangat pesat belakangan ini ternyata masih belum dapat dinikmati semua orang. Beberapa orang dengan kondisi 'khusus' ternyata tidak bisa mengikuti kemajuan teknologi ini.

John LeSieur merasa sangat prihatin dengan kondisi cucunya yang menderita autis. Zackary, sang cucu, tidak dapat menikmati dunia internet yang buat orang lain sudah menjadi bagian dari hidup mereka. Menurut John, banyaknya pilihan yang tersaji di layar komputer membuat cucu John yang baru berumur 6 tahun frustasi.

John telah mencoba mencari browser yang sesuai dengan kondisi cucunya ini namun selalu gagal. Akhirnya terpaksa John yang memang berkecimpung di dunia software membuatkan sendiri browser khusus yang didesain untuk Zackary. Bila Anda berminat, Anda dapat men-download browser yang diberi nama Zac Browser For Autistic Children ini secara gratis.

Zac Browser ini bekerja dengan cara menyederhanakan tampilan situs yang 'rumit'. Hampir semua situs yang menampilkan content 'dewasa' diblokir. Browser ini hanya akan menampilkan content game, musik, video, dan entertainment yang bersifat edukatif.

Di samping memblokir content yang tidak sesuai untuk anak-anak, browser ini juga mengurangi fungsi-fungsi tambahan yang justru akan membingungkan anak-anak seperti Zackary. Fungsi seperti tombol Print Screen dan fungsi klik-kanan juga dimatikan agar mengurangi kerumitan yang dihadapi anak penderita autis.

Seperti diberitakan Associated Press hari Selasa (3/06/08), Zac Browser akan menampilkan pilihan dalam bentuk icon yang jauh lebih besar dari icon biasa. Misalnya saja icon bola untuk mewakili game dan icon tumpukan buku untuk mewakili cerita untuk anak. Browser ini bahkan akan memblokir iklan atau 'gangguan' lain yang akan mengurangi konsentrasi anak.

Walaupun dalam membuat browser ini John tidak berkonsultasi dengan ahli di bidang itu, namun pakar autis menyambut gembira hadirnya browser ini. Namun lebih lanjut para pakar ini juga menyebutkan bahwa jenis autisme sangat banyak dan tak mungkin membuat satu browser yang dapat mengakomodasi semua jenis itu. Menanggapi masalah ini John bermaksud memperbaiki Zac Browser agar dapat disesuaikan dengan kondisi autisme tertentu.

Dianne Zager, direktur pada Center for Teaching and Research in Autism di Pace University menyebut usaha mengurangi gangguan dalam browsing internet ini sebagai ide yang cemerlang. Namun sebenarnya, bagusnya Zac Browser ini adalah karena ia tidak berbayar. Kebanyakan teknologi serupa memerlukan biaya sampai US$5 ribu dan hanya berfungsi pada peralatan tertentu saja. Dengan adanya Zac Browser ini, diharapkan anak-anak penderita autis juga dapat menikmati internet walaupun dengan cara yang terbatas. (ap/roc)