Pemboman dinihari atas desa dekat kota Sayed Sadiq itu berlangsung dua jam, kata Jenderal Jabari Yawar, juru bicara Peshmerga, kelompok bersenjata penjamin keamanan di daerah swatantra Kurdi di Irak utara.
"Dua penduduk luka, ternak mati dan ladang rusak," katanya.
Pemboman atas desa Kal-Daza, Jomursi, Borye, Siamio dan Kani Sif itu dimulai pada 04.00 (08.00 WIB) dan berakhir pukul 06.00 (10.00 WIB), kata Yawar.
Itu merupakan kali pertama daerah tersebut ditembaki tentara Iran, tambahnya.
Tapal batas lain berulang kali dijadikan sasaran tembakan senjata berat Iran saat Teheran berupaya menghentikan serangan pemberontak Kelompok Hidup Bebas Kurdistan (PJAK), yang bergerak dari pangkalan belakang di Irak timur laut.
Sedikit-dikitnya, 12 anggota pasukan keamanan Iran dilaporkan tewas akibat serangan PJAK dalam dua pekan terakhir.
Kelompok pemberontak itu mempunyai hubungan erat dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang melancarkan pemberontakan maut di Turki tenggara sejak 1984.
Empat anggota pasukan keamanan Iran tewas akibat ranjau pemberontak Kurdi di bagian barat laut negara itu, kata surat kabar "Jomhouri Islami" pada Senin.
Koran itu menyatakan ranjau diledakkan dengan radio tersebut ditanam di daerah Haj Omran di dekat perbatasan dengan Irak oleh pemberontak dari PJAK.
Ranjau itu dipasang sebagai jawaban atas kematian sejumlah pemberontak dalam bentrok dengan pasukan keamanan, kata koran itu, yang mengutip laman berita Tabnak, yang berhubungan dengan dengan keamanan.
Terjadi peningkatan pertempuran dengan pemberontak Kurdi di tapal batas barat laut Iran dengan Irak dan Turki pada beberapa pekan terakhir.
Pasukan keamanan Iran pada akhir pekan lalu menewaskan tiga anggota PJAK dalam bentrok di bagian barat laut negara itu, kata kantor berita.
Pada pekan lalu, dilaporkan bahwa enam anggota pasukan khusus Pengawal Revolusi Iran tewas dalam bentrok dengan PJAK, sementara dua penjaga perbatasan tewas akibat ranjau pemberontak tersebut.
Enam anggota satuan khusus Pengawal Revolusi Iran tewas akibat bentrok dengan kelompok pemberontak Kurdi, sementara dua penjaga perbatasan terbunuh oleh ranjau pemberontak itu, kata kantor berita Mehr pada tengah pekan lalu.
"Enam anggota Pengawal Revolusi tewas akibat bentrok dengan pemberontak PJAK di daerah Sardasht, kota 10 kilometer dari perbatasan Irak di provinsi Azarbaijan Barat," kata Mehr.
Dikatakannya, dua tentara bertugas sebagai penjaga tapal batas tewas di daerah sama sesudah menginjak ranjau, yang diletakkan oleh gerombolan revolusi tandingan. Tak ada rincian lebih lanjut.
Laporan pekan sebelumnya menyatakan Pengawal Revolusi menewaskan sembilan pemberontak Kurdi, lima di antara mereka wanita, dalam bentrok di provinsi Azarbaijan Barat di dekat perbatasan dengan Turki.
Iran mempunyai suku kecil Kurdi dalam jumlah besar di provinsi barat lautnya.
Negeri itu juga mempunyai sedikit penduduk Baluch di tenggara dan orang Arab di provinsi Khuzestan di barat daya.
Pejabat Iran menuduh Inggris dan Amerika Serikat berada di balik kekerasan di wilayah tersebut. (*/cax)