< >

Pemimpin Oposisi Tsvangirai Ditahan Lagi

Kamis, 05 Juni 2008 09:59
Kapanlagi.com - Kelompok oposisi Zimbabwe Gerakan bagi Perubahan Demokratis (MDC) menyatakan, Rabu, pemimpin mereka Morgan Tsvangirai ditangkap oleh polisi di sebuah rintangan jalan ketika sedang berkampanye untuk pemilihan umum presiden babak kedua.

"Kami dihadang. Mereka mengatakan ada seorang komandan yang harus kami tunggu. Mereka tidak mengatakan mengapa mereka menghentikan kami. Itu bukan sebuah penangkapan namun penahanan ilegal," kata juru bicara MDC George Sibotshiwe.

"Tampaknya mereka ingin mengganggu program kampanye kami," tambahnya.

Tsvangirai ditangkap pukul 10.00 GMT (pukul 17.00 WIB), kata MDC. Polisi menggeledah semua kendaraan dan memeriksa semua dokumen.

MDC mengatakan, 50 orang tewas dibunuh oleh pendukung Presiden Robert Mugabe sejak babak pertama pemungutan suara. Rabu, mereka menyatakan bahwa pasukan dan aktivis partai berkuasa ZANU-PF memukuli dan mengancam akan menembak orang-orang Zimbabwe yang ingin menemui dan mendukung Tsvangirai.

"Mugabe bertekad mengubah seluruh negeri menjadi zona perang dalam upaya melenyapkan kehendak rakyat dan mencuri pemilu 27 Juni dengan segala cara yang memungkinkan," kata Tsvangirai ketika berkampanye di Bulawayo.

Menanggapi penangkapan pemimpin oposisi itu, AS mendesak pemerintah Zimbabe segera membebaskan Tsvangirai tanpa cedera dan mengatakan, Afrika Selatan harus menggunakan pengaruhnya untuk menekan Mugabe.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Sean McCormack mengatakan penahanan itu merupakan insiden yang sangat mengganggu.

"Ia harus segera dibebaskan, tanpa cedera, tanpa disentuh," kata McCormack kepada wartawan.

"Ada sebuah insiden di mana ia dipukuli dengan parah dan kami berharap dan mendesak pemerintah Zimbabwe menciptakan sebuah lingkungan di Zimbabwe di mana mereka yang memiliki pandangan-pandangan politik yang berbeda dari pemerintah bisa berbicara, bebas dari ketakutan intimidasi," tambahnya.

Tsvangirai, yang ditangkap beberapa kali di masa silam, mengungguli Mugabe dalam pemilihan presiden pada 29 Maret namun gagal mencapai mayoritas mutlak yang diperlukan untuk menghindari pemilu babak kedua.

Mugabe berada di kursi kekuasaan sejak kemerdekaan Zimbabwe dari Inggris pada 1980.  (*/cax)