"Korban mengalami luka parah akibat tikaman senjata tajam dan meninggal saat dalam perawatan tim medis Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul," kata Kapolres Bantul AKBP Yusmanjaya.
Aksi penganiayaan itu juga menyebabkan istri korban, Siti Ikhsani mengalami luka parah dan kini masih dirawat di RS PKU Muhammadiyah Bantul.
Menurut dia, kejadian tersebut bermula sekitar pukul 01.30 WIB ketika korban didatangi oleh seseorang yang tidak dikenalnya. Tidak berselang lama kemudian terjadi pertengkaran mulut.
"Pertengkaran itu berlanjut dengan aksi penganiayaan terhadap korban dan istrinya yang bermaksud membantu dan melerai keributan," katanya.
Setelah menikam perut korban hingga robek pelaku pergi meninggalkan korban dan istrinya yang dalam keadaan luka parah.
Korban kemudian ditolong oleh karyawannya yang tidur di bengkel las dan membawanya ke Rumah Sakit PKU Muhammdiyah Bantul, tetapi nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan meninggal saat dalam perawatan tim medis.
Kapolres mengatakan sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif penganiayaan tersebut.
"Kami masih menyelidiki lebih lanjut dan meminta keterangan sejumlah saksi termasuk istri korban, dugaan sementara kasus ini terkait persaingan bisnis," katanya.
Jenazah korban dikirim ke bagian Kedokteran Forensik Rumah sakit Dr Sardjito Yogyakarta untuk keperluan visum atau otopsi. (*/cax)