< >

Amerika Alami Kerugian Terburuk Dalam Sebulan Di Irak

Kamis, 05 Juni 2008 13:57
Kapanlagi.com - Tentara Amerika Serikat menderita kehilangan tunggal terbesar dalam sebulan, mengakhiri ketenangan nisbi dari kekerasan, kata pejabat pada Rabu.

Tiga tentara Amerika Serikat tewas akibat tembakan senjata genggam di kota Hawijah, yang berpenduduk sebagian besar Arab Sunni, dekat kota minyak Kirkuk, Irak utara, kata tentara negara adidaya itu.

Kematian pada Rabu itu meningkatkan jumlah tentara Amerika Serikat tewas di Irak sejak serbuan 2003 menjadi 4.090 orang, kata hitungan kantor berita Prancis AFP berdasarkan atas laman mandiri www.icasualties.org.

Serangan Rabu itu menghasilkan kehilangan tunggal tertinggi tentara Amerika Serikat sejak empat anggota marinirnya tewas akibat serangan ranjau di bekas kubu pejuang Sunni di provinsi Anbar pada 4 Mei.

Secara keseluruhan, tentara Amerika Serikat pada bulan lalu mengalami tingkat terendah kematian anggotanya sejak serbuan ke Irak pada Maret 2003.

Jumlah yang tewas pada Mei turun menjadi 19 orang, dengan yang rendah sebelumnya pada Februari 2004, ketika 20 tentara tewas.

Dua tentara Amerika pada akhir Mei tewas dan empat lagi luka dalam dua pemboman jalanan terpisah di Irak, kata tentara negara adidaya itu.

"Satu tentara dari pasukan gabungan tewas akibat luka dari peledak rakitan di provinsi Salahudin (utara Bagdad) pada Senin," kata pernyataan militer, "Dua tentara luka."

Dalam pemboman kedua, satu tentara tewas dan dua lagi luka di provinsi Qadisiyah, Irak tengah, kata pernyataan tersebut.

"Kami bisa memastikan bahwa ronda pasukan gabungan diserang oleh peledak rakitan di daerah Ash-Shamiyah di provinsi Qadisiyah, tenggara (kota tempat keramat Syiah) Najaf," tambah pernyataan itu.

Satu tentara Amerika Serikat tewas dalam serangan bom jalanan di selatan ibukota Irak, Bagdad, kata tentara negara adidaya itu pada Sabtu.

Serdadu itu, yang bertugas di Pusat Divisi Asing (MND-C), tewas pada Kamis sesudah bom tersebut meledak di suatu kawasan, sekitar 20 kilometer barat daya Bagdad, kata pernyataan tentara tanpa merinci.

Nama tentara tewas itu dirahasiakan sampai kabar kematian itu diterima keluarga korban, kata pernyataan tersebut.

MND-C, yang juga dikenal sebagai Satuan Tugas Marne, bertanggung jawab atas wilayah keamanan di sepanjang kawasan selatan Bagdad dan terbentang dari wilayah perbatasan dengan Arab Saudi di barat hingga ke perbatasan dengan Iran di timur.

Serangan bom jalanan menewaskan dua prajurit Amerika Serikat di Bagdad selatan pada akhir April, kata tentara, sehingga jumlah prajurit tewas negara adidaya itu pada April mencapai angka tertinggi dalam waktu tujuh bulan.

Kedua prajurit itu tewas ketika ronda mereka diserang bom sekitar pukul 16.15 waktu setempat (pukul 20.15 WIB), kata tentara Amerika Serikat dalam pernyataan.

Sebelumnya, tentara mengumumkan kematian tiga prajurit lain di Bagdad, termasuk dua orang pada hari sebelumnya.

April menjadi bulan paling mematikan bagi tentara Amerika Serikat sejak September 2007. Sedikit-dikitnya, 65 prajurit tewas pada September tahun lalu.

Dari ke-49 prajurit tewas pada April, 23 tewas di Bagdad, tempat tentara terlibat dalam pertempuran sengit jalanan dengan pejuang Syiah, yang sebagian besar dari Tentara Mahdi kubu ulama Syiah penentang Amerika Serikat Moqtada Sadr. (*/cax)